10 Tahun Data Stunting Pemkab Cianjur Dan Pusat Jomplang

RADARCIANJUR.com – CIANJUR – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cianjur Cecep Alamsyah mengatakan, bahwa selama 10 tahun data stunting versi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur dengan pusat memiliki kesenjangan.

Pasalnya, data stunting Pemkab Cianjur lebih sedikit dibanding data Pemerintah Pusat yang menggunakan sistem sampling.

Cecep Alamsyah mengatakan, data pusat lebih corong kepada hasil survei yang menggunakan metode sampling.

“Kalau fasilitas atau Pemkab Cianjur ada unsur objektif,” katanya.

Cecep menambahkan, perbedaan yang sangat jauh tersebut sudah terjadi selama satu dasawarsa.
“Sudah lama sekitar 10 tahunan data stunting. Nanti kita memperbaiki data yang diterbitkan fasilitas dimana potensi eror- erornya, nanti kita

akan verifikasi sebelum kita jadikan lokasi intervensinya,” ujarnya.

Perbaikan data stunting akan melibatkan 15 instansi di Kabupaten Cianjur.

“Nanti akan melibatkan 15 dinas. Tetap leading sektornya Dinas kesehatan, PUPR, Pertanian dan Pendidikan,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Cianjur Herman Suherman mengatakan, ketidaksamaan data stunting berdasarkan survei dari penyuluh Keluarga Berencana (KB) penimbangan di Kabupaten Cianjur.
Data kasus stunting di Cianjur milik Pemkab Cianjur jauh lebih tinggi dari data Pemerintah Pusat.

“Karena banyak tidak kesamaan antara survei real dari penyuluh KB penimbangan dengan informasi dari pusat,” katanya.

Herman menyebut, ada perbedaan cara mendata dari Pemkab Cianjur dengan Pemerintah Pusat.
“Karena data pusat itu data yang quick qount kalau kita real qount,” tandasnya.(byu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.