Abdul Harris Bobihoe Bicara Raperda Tenaga Kesehatan

harris uZN7Sv

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pemerintah Jawa Barat (Jabar) sedang menggodok rancangan Perda Provinsi Jawa Barat Tentang Pengelolaan Tenaga Kesehatan.

Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat, Abdul Harris Bobihoe mengatakan, saat ini Gubernur Jawa Barat bersama DPRD Provinsi Jawa Barat sedang merancang sebuah Perda yang mengatur mengenai tenaga kesehatan.

Poin penting dalam Raperda ini adalah tentang tenaga kesehatan. Pengalaman kami di Covid-19 ini kenyataanya tenaga kesehatan tidak merata di setiap daerah. Ada yang punya tenaga ahli cukup numpuk di satu daerah seperti Depok. tapi di daerah lain sama sekali tidak punya dokter ahli,” ucapnya saat Sosialisasi Raperda Masa Sidang 2021-2022, di RW8, Kelurahan Cimpaeun, Kecamatan Tapos.

Dia mengungkapkan, dengan hadirnya Perda ini nantinya dalam pengaturan tenaga kesehatan tingkat provinsi, kabupaten/kota di Jabar akan tertata dengan rapi, sehingga wilayah lain punya payung hukum untuk menetapkan tenaga kerja di Puskesmas maupun Rumaah Sakit di daerah.

Ini Insyaallah dengan demikian sistem yang dimiliki ini, kedepannya Jabar siap menghadapi pandemi. Bukan hanya tenaga saja tapi bagaimana kita kerjanya bagaimana kita melakukan komunikasi dengan antar sesama tenaga kesehatan dari Puskesmas, rumah sakit antar daerah kabupaten sampe ke rumah sakit daerah Provinsi Jabar,” tuturnya.

Dia menjelaskan, dengan adanya Perda ini, nantinya Pemerintah Provinsi Jabar bisa meningkatkan status dari rumah sakit yang ada. Sebab, saat ini rumah sakit daerah hanya baru rumah sakit Al Ikhsan yang di provinsi Jabar yang bersatus B. Nantinya diharapakan bisa nik status menjadi A.

Kalau sudah status A bisa menjadi rumah sakit rujukan provinsi bahkan nasional,” bebernya.

Kemudian, lanjutnya, rumah sakit umum daerah kota akan ditingkatkan dari D kemudian menjadi C atau mungkin menjadi B. Sehingga ada jenjang yang bertahap sehingga pemerintah di kabupaten kota atau di provinsi punya aturan yang baik, punya sistim yang baik. “Insyaallah dari regenerasi pada tenaga kerja kesehatan ini dapat berjalan dengan baik,” imbuhnya.

Dia berharap, penangan keseahatan masyarakat di Provinsi Jabarat dapat berjalan dengan sitim yang benar, terutama untuk menghadapi pandemi – pandemi baru.

Kan kita gelagapan tuh tiba tiba ada pandemi. Tapi Alhamdulillah dengan begitu kita punya pengalaman oh ternyata kelemahan kita tuh disini kelemahan kita di sistem penanganan, kelemahan kita di regenerasi daripada tenaga kesehatan nah itu jadi pengalaman. Nanti kita tuangkan dalam raperda ini,” pungkasnya. (rd/dra)

Jurnalis : Indra Abertnego Siregar

Editor : Junior Williandro

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.