Depok  

Berkenalan dengan Lurah Beji, Raden Agus Muhammad (2) : Kolaborasi dengan Masyarakat, Pernah Tangkap Robocop

Sebuah perjalanan yang tidak mudah bagi Raden Agus Mohammad dalam pengabdiannya kepada negara dan masyarakat. Berbagai kegiatan yang ciamik semasa karirnya menjadi penunjang karirnya hingga meroket menjadi Lurah Beji saat ini. Untuk itu, kegiatan apa saja yang menjadikan dirinya hingga bisa sampai seperti ini?

Laporan : Raden Aldy Rama Winata

RADARDEPOK.COM, Kembali lagi. Tawa Agus yang khas dan nyaring terdengar hingga depan pintu ruang kantornya, dirinya terlihat sedang menerima tiga orang tamu yang sedang berbincang, ditemani dengan empat botol soda yang dua diantaranya sudah setengah ditenggak.

Tamu tersebut merupakan Sekertaris lurah Beji, Muhammad Diansyah dan Tokoh Masyarakat, Otto Iskandar dan Dahlan Iskandar, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Beji.

Agus memang dikenal sebagai orang yang ramah terhadap masyarakatnya. Gelak canda dan tawa tak pernah lepas dari penyampaiannya terkait perbincangan dengan orang-orang setempat, dikantornya pun, dirinya dikenal sebagai orang yang suka bercanda gurau, ditambah lagi tawa nyaringnya menjadi salah satu ciri khasnya tersendiri.

Sini, kita berbincang-bincang santai saja,” ucap Agus sembari menenggak minuman bersodanya.

Dirinya kemudian menaruh satu botol soda lagi untuk tamu yang baru datang, dengan santainya dia bertanya. “Kegiatan? Kalau kegiatan sudah banyak sekali saya memiliki kegiatan, kalau waktu 2001 dulu di Dinas Perumahan dan Pemukiman, saya hanya jadi Pengawas Izin Mendirikan Bangunan (IMB) Sawangan yang dulu masih gabung sama Bojongsari dan Cimanggis yang dahulunya belum ada Tapos, itu saya jadi pengawas disana,” ucapnya.

Mengenai kegiatan saat menjadi Dinas PUPR 2004-2009 lalu, Agus mengaku dirinya berawal di bidang cipta karya, yang setelah itu dirinya menjadi bagian sumber daya air.

Oh, kalo dulu waktu di bidang sumber daya air, kami bekerja sama dengan Satpol PP untuk penertiban di berbagai macam situ, Situ Tipar, Situ Rawa Besar, Situ Tujuh Muara, Situ Cilangkap, dan Situ Pladen, pokoknya banyak banget kalau dijabarin,” ucapnya seraya duduk bersantai.

Semakin ciamik dalam berkarir, menjadi Sekretaris Kelurahan Grogol dapat diraihnya dalam masa jabat 2009-2012, proyek yang berhasil saat dirinya mengabdi adalah membangun jembatan di dekat Puskesmas Grogol, serta pembangunan-pembangunan jalan yang dibeton, karena dulunya itu masih aspal.

Tidak jauh berbeda dengan jabatan lurah yang sekarang. Selama menjadi Sekretaris Kelurahan Grogol, dirinya tetap mengabdi untuk masyarakat dan negara. Bersosialisasi dan memberikan yang terbaik kepada rakyatnya menjadi kewajibannya dalam mengabdi kepada negara dan masyarakat.

Saat ditanya mengenai masa jabatnya saat menjadi Satpol PP, Agus membuka komputernya. Mencari sejumlah berita yang menayangkan dirinya dengan rasa bangga, ditambah gelak tawanya yang khas, dirinya berbangga hati pernah menjadi bagian dari Satpol PP sebagai Kepala Seksi (Kasi) ketertiban dan ketentraman masyarakat umum (Tranmastibum) Kota Depok.

Kalau jadi Satpol PP, banyak sekali kegiatannya, saya sebutkan salah satunya saja, waktu itu saya pernah menetrtibkan Jalan Juanda, yang kalau dilihat sekarang sudah menjadi lebih baik, kemudian menangani manusia silver, menyita ratusan bahkan ribuan miras, robocop (costplay), sampai-sampai tangan robocopnya juga ikut saya pakai, pokoknya banyak,” ucapnya.

Pertengahan September 2021 lalu, dirinya dilantik menjadi Lurah Beji oleh Walikota Depok, untuk kegiatan yang sudah dilakukan, dirinya berkolaborasi dengan LPM Kelurahan Beji untuk meningkatkan pemberdayaan masyarakat. Sosialisasi dan melakukan respon cepat kepada masyarakat menjadi hal yang menurutnya wajib dilakukan sebagai pimpinan. (Bersambung)

Editor : Junior Williandro

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.