Depok  

Bripka Anwar Shadat, Polisi yang Juga Guru Ngaji di Depok : Dari Emperan Rumah, Bisa Membangun Taman Baca Alquran

Tidak hanya mengabdi negara. Bripka Anwar Shadat, Anggota Satsamapta Polres Metro Jakarta Selatan, turut mengabdikan diri unutk menyebarluaskan ajaran agama Islam. Dia mengajar ngaji, sampai akhirnya mendirikan Taman Baca Alquran.

Laporan : Raden Aldy Rama Winata

RADARDEPOK.COM, Mengemban amanat yang berat sebagai anggota kepolisian tidak menghalangi Bripka Anwar Shadat untuk memberikan pendidikan keagamaannya, dengan mendirikan Taman Baca Alquran Muhyinnufus, di Jalan Haji Nur Ali, Kelurahan Serua, Kecamatan Bojongsari.

Anwar memang kerap dikenal sebagai polisi religius. Bersama sang istri, ia merupakan seorang guru mengaji. Baju koko putih dan peci berwarna hitam berbentuk oval, serta sarung yang melekat, menjadi pakaian yang cukup sering ia gunakan ketika ikut dalam mengajar.

Semua bermula di emperan rumahnya, dengan kisaran 10 hingga 20 murid. Kini siapa sangka, dengan niat dan tekad yang besar dalam mendidik murid, dirinya kini berhasil mendirikan taman baca Alquran yang diminati banyak muridnya.

Waktu belum ada tempat yang mumpuni, kerap kali saya bersama istri dan keluarga untuk setiap ada pengajian kami berpindah tempat untuk mengajar, terkadang emperan di rumah saya, di rumah orang tua kami, dan terkadang kami berpindah-pindah juga yang sekiranya muat untuk beberapa murid untuk dilakukan pengajian,” jelasnya.

Anwar merelakan harta dan tenaganya untuk membangun tempat yang lebih layak hingga bisa membangun taman baca Alquran di tahun 2014. ia mulai membangun majelis talim yang dibantu juga oleh teman-teman dan kerabat yang ada agar semua pembangunannya lebih cepat dan efektif.

Dalam Taman Baca Alquran Muhyinnufus, sepintas tak ada aktivitas yang berbeda dengan taman baca Alquran lainnya, setiap murid selalu bersemangat untuk mengikuti ajaran-ajaran yang diberikan, antusias murid sangat terlihat bahagia di dalam lingkungan Taman Baca Alquran Muhyinnufus.

Semua diajarkan dari hal yang mendasar, bacaan Iqra sampai Alquran turut dipelajari guna menambah ilmu pengetahuan setiap murid, dan semuanya selalu aktif dalam bertanya maupun menjawab.

Guna membantu berlangsungnya kegiatan belajar mengajar di taman baca Alquran, Anwar memberi kesempatan bagi guru-guru pengajian bagi yang mau mengajar di Taman Baca Alquran yang dibangunnya, karena jika Anwar, istri, dan keluarganya saja yang mengurus taman bacanya, dirinya merasa tidak sanggup. Karena semakin hari, makin banyak murid yang turut ikut mengaji di taman baca Alquran.

Dalam 1 guru ngaji itu bisanya mengajar 10-15 murid, dan kami merekrut beberapa guru ngaji, karena untuk mempermudah kami juga dalam sesi mengajar murid agar lebih efektif,” jelas Anwar.

Selama 17 tahun dalam mengajar Alquran, Anwar beserta keluarganya berharap 150 santrinya bisa mengaji dan memiliki bekal agama untuk menjalani kehidupan. (*)

Editor : Junior Williandro

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.