Jawa Barat

Cianjur Selatan Diterjang Bencana

RADARJABAR.com – Cianjur Selatan tak henti-hentinya diterjang bencana longsor. Selain Kecamatan Kadupandak, Kecamatan Campakamulya turut ditimpa bencana longsor dan pergeseran tanah pada Rabu (2/12).

Puluhan bangunan rumah saat ini tengah dalam kondisi berbahaya dan fasilitas turut rusak terkena imbasnya.

Dari informasi terhimpun, bencana terjadi pada Rabu (2/12) sekitar pukul 14.00 WIB di saat kondisi hujan deras. Sementara wilayah yang terkena dampaknya yakni, Kampung Cikaung RT4/5, Kampung Walagar RT03/05 dan Kampung Kereman RT01/03.

Sebanyak 35 di Kampung Cikaung yang dihuni 104 jiwa terancam bencana longsor dan pergeseran tanah. Bukan hanya rumah saja, tempat ibadah dan pabrik penggilingan padi pun dikhawatirkan turut terdampak.

Selain itu, lahan sawah seluas lebih kurang lima hektare rusak berat karena tertimbun material tanah longsor. Bencana tanah longsor juga terjadi di Kampung Walagar Rt03/05, tepatnya di salah satu rumah warga. Sedangkan di Kampung Kereman Rt01/03, infrastruktur jembatan kondisinya rusak berat karena terputus.

“Awalnya hujan deras yang mengguyur wilayah kami, pada Rabu siang. Dari hasil pendataan di lapangan, bencana berdampak terhadap permukiman warga dan beberapa fasilitas dan infrastruktur jembatan,” ujar Kepala Desa Sukabungah, Asep Juanda, Kamis (3/12).

Asep mengaku, dari kejadian bencana itu tidak ada korban jiwa ataupun luka. Kejadian bencana sudah dilaporkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) maupun ke Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan. “Nilai kerugian ditaksir mencapai Rp800 juta,” ungkapnya.

Pjs Bupati Cianjur, Dudi Sudrajat Abdurrachmin meminta masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi bencana hidrometeorologi, bersamaan tingginya intensitas curah hujan akhir-akhir ini. Khususnya yang berada di wilayah Selatan yang kondisi geografisnya rawan bencana.

Sejauh ini, penanganan bencana di Kabupaten Cianjur relatif terkoordinasi dengan baik. Terlebih saat ini penanganannya dibantu Relawan Tangguh Bencana (Retana) yang sudah terbentuk di setiap kecamatan hingga ke desa. “Semua elemen siap siaga menghadapi potensi bencana hidrometeorologi di Kabupaten Cianjur,” tutupnya. (kim/radarcianjur.com)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button