Delapan Bulan, 107 Kebakaran

KARAWANG, RAKA – “Pantang pulang sebelum padam”, itulah motto yang membakar semangat para pasukan berseragam biru pemadam kebakaran. Mereka yang berada di barisan terdepan untuk menangani kebakaran dan bencana di seluruh penjuru Kabupaten Karawang. Tugasnya sangat mulia karena membantu orang. Siaga 24 jam pula.
Namun, tugas damkar ternyata tidak hanya melawan kobaran api saja. Mulai dari mengevakuasi ular, sarang tawon, anjing liar, hingga cincin yang terjatuh ke dalam got. Berdasarkan data yang dihimpun Radar Karawang, selama bulan Januari hingga Agustus 2022, petugas damkar Kabupaten Karawang tercatat melakukan evakuasi pasca banjir 17 kali, evakuasi sarang tawon 203 kali, evakuasi cincin 32 kali, evakuasi pohon tumbang 20 kali, hingga evakuasi hewan 65 kali.
Penting bagi masyarakat untuk mengingat nomor damkar di masing-masing wilayah yang sudah disediakan. Sehingga, masyarakat tidak kebingungan jika terjadi adanya kebakaran. “Diharapkan warga untuk menyimpan nomor pemadam kebakaran, sebab untuk kejadian kebakaran perlu diingat tidak ada yang langsung besar pasti ada yang langsung kecil dulu. Tatkala kecil mudah-mudahan karena penanggungjawab bukan hanya pemerintah semata, bukan hanya Damkar semata apalagi perusahaan yang lingkup swasta atau apa, masyarakat luar juga harus bisa untuk antisipasi awal,” ungkap Kepala Bidang Damkar dan Penyelamatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang Rohmat.
Komandan Peleton (Danton) 3 Mako Damkar dan Penyelamatan Kabupaten Karawang Rudi Suwardi mengungkapkan, nomor emergency dari pihaknya sering dikerjai dengan adanya laporan palsu atau hoax dari masyarakat yang mengatakan terjadi kebakaran di wilayahnya. Dia meminta agar masyarakat jangan main-main dengan nomor emergency atau nomor darurat. “Kita sempat kena prank, laporannya seperti biasa lewat telpon, dia sebut lokasi sama kebakaran sudah membesar. Tapi sekarang kita sudah tahu, misalkan ada kebakaran di wilayah mana, kita cari teman kita atau telpon ke teman-teman yang ada di Satpol PP kecamatan tersebut dan kami meminta info kebenarannya ke mereka,” ujar dia.
Bahkan, lanjut Rudi, pihaknya pernah tertipu hingga mendatangi langsung ke lokasi, hanya saja ketika tiba di lokasi tidak adanya kejadian kebakaran dari si pelapor. “Dulu juga sempat pernah tertipu, ada laporan kebakaran, kita biasanya terima telpon lalu kita catat nomor telpon si pelapor itu. Kita sudah sempat ke lokasi dan meminta lokasi tepatnya di mana akan tetapi ketika dihubungi berkali-kali si nomor pelapor tersebut sudah tidak aktif,” kata dia.
“Kalau kita sibuk mencari si orang yang mengerjai kita itu ya buang-buang waktu, buang-buang tenaga, kalau sebagai warga yang baik ya jangan lah sampai mengerjai kita, itu kan bukan nomor sembarangan karena itu nomor emergency, jadi mohon bijak saja,” imbuhnya.
Dia mengimbau kepada masyarakat untuk bijak dalam menggunakan nomor emergency. Sebab, nomor tersebut penting dan vital lantaran nomor itu digunakan untuk hal-hal peting jika membutuhkan bantuan. “Untuk masyarakat khususnya warga Karawang diharapkan untuk bijak dalam menggunakan alat komunikasinya, bukan hanya kepada Damkar saja tapi juga kepada semua instansi yang memiliki nomor emergency atau nomor darurat. Jangan main-main dengan nomor emergency karena itu sifatnya untuk kepentingan bersama,” ungkapnya.
Mengetahui hal itu, Irpan (35) warga Desa Pucung, Kecamatan Kotabaru mengaku geram dengan perilaku tidak bertanggung jawab yang mengerjai petugas pemadam kebakaran. “Itu perilaku terkutuk. Bagaimana kalau kemudian damkar mengira ada laporan palsu padahal itu benar,” ungkapnya.
Menurutnya, petugas kepolisian harus membantu damkar jika ada yang berani membuat laporan palsu. “Biar kapok tukang ngeprank nya,” tandasnya.
Edi (26) warga Warungbambu, Karawang Timur juga merasa perbuatan tidak bertanggung jawab pelaku prank tersebut sudah seharusnya dihukum berat. “Ini masalahnya mengerjai hal yang serius. Kurang ajar,” tandasnya.
Menurutnya, harus ada hukuman berat kepada pelaku prank agar tidak ada lagi yang main-main dengan nomor darurat. “Harus dihukum pak, ini sudah kelewatan batas,” tandasnya. (psn/in)

Artikel Delapan Bulan, 107 Kebakaran pertama kali tampil pada Radar Karawang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.