Demi Klaim Asuransi Rp3 Miliar, Wahyu Bersandiwara Tabrak Lari, Begini Ceritanya Versi Polisi

Pemotor Bekasi Ditabrak Fortuner
Salah satu tersangka laporan palsu saat reka ulang peristiwa fiktif kecelakaan di Kalimalang, Sabtu (4/6). Foto Ariesant Radar Bekasi.

CIKARANG PUSAT – Sandiwara Wahyu Suhada (37) akhirnya terbongkar. Dia berpura-pura menjadi korban tabrak lari Toyota Fortuner, terpental masuk Kalimalang dan hilang.

Cerita kecelakan fiktifnya itu terjadi di Jalan Inspeksi Kalimalang, Desa Hegarmukti, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi. Dia melapor ke polisi, Sabtu (4/5) malam.

Nyatanya kecelakaan itu hanya karangan Wahyu belaka. Polisi mengungkap, berdasarkan data scientific, rekaman CCTV, laporan Wahyu terindikasi laporan palsu. Termasuk pengakuan dari kembaran Wahyu Suhada, yang mengaku bertemu Wahyu.

Nyatanya, peristiwa fiktif pada Sabtu malam di Grandwisata, itu bermula dari Bogor. Saat Wahyu berkunjung ke rumah istrinya. Dia nekat melakukan aksinya untuk mendapatkan klaim asuransi.

Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Gidion Arif Setyawan mengatakan, informasi bahwa adanya Lakalantas, yang menyebabkan seseorang atas nama Wahyu Suhada dalam pencarian akibat terseret arus di Sungai Kalimalang.

Dari hasil penyelidikan, baik secara scientific,, data-data lapangan, lalu Polsek Cikarang Pusat dan Satlantas Polres Metro Bekasi, menyimpulkan dan memastikan, peristiwa tersebut bukan kejadian sesungguhnya. Tetapi merupakan kejadian yang direkayasa dan diinisiasi oleh yang bersangkutan, Wahyu Suhada.

“Dipastikan sampai 5 Juni 2022 kemarin, saudara Wahyu masih hidup dan berada di suatu tempat. Hanya belum ketahuan di mana tempatnya. Kenapa dia menginisiasi untuk melakukan perbuatan tersebut, untuk mendapatkan klaim asuransi,” ujarnya saat ungkap kasus di lokasi kejadian, Senin (6/6).

“Saat ini yang kita tetapkan sebagai tersangka ada tiga orang, atas nama Dena Surya, Asep, Abdul Mulki. Sedangkan untuk Wahyu ditetapkan sebagai DPO. Karena dia aktor intelektualnya untuk melakukan peristiwa ini sehingga terjadi,” ucap Gidion.

Untuk sepeda motor yang rusak, ungkap Kapolres, sebelumnya sudah dipecahkan di Karawang menggunakan batu. Kemudian diceburkan ke Kalimalang, seolah-olah terjadi kecelakaan.

Sementara, sambung Kapolres, Wahyu pindah ke mobil Pajero hitam yang sudah disiapkan. Semuanya sudah sepakat dari satu bulan yang lalu. Kemudian dimatangkan lagi, sehingga terjadi peristiwa kemarin.

“Kepastian bahwa Wahyu masih hidup dari data scientific, ada CCTV, kita ada alat juga, termasuk pengakuan dari kembaran Wahyu. Yang bertemu Wahyu pada Sabtu malam di Grandwisata, habis dari Bogor rumah istri keduanya. Dia berusaha mengklaim asuransi. Nilainya Rp 2-3 miliar,” jelasnya. (pra/RADARBEKASI.ID, )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.