Destinasi Wisata di Bekasi Dongkrak Ekonomi Warga

Taman Limo, Jatiwangi

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Masyarakat yang berlibur merayakan hari raya Idul Fitri 1443 Hijriyah Tahun 2022, memadati tempat wisata di Taman Limo, Jatiwangi, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi.

Hal itu setelah adanya kelonggaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) oleh pemerintah selama dua tahun masa pandemi Covid-19. Kini masyarakat mulai ramai dan berdesakan untuk menikmati libur Lebaran bersama keluarga ke sejumlah tempat wisata.

Bacaan Lainnya

“Alhamdulillah antusias pengunjung cukup tinggi sejak hari kedua Lebaran. Omset saya bisa naik tiga hingga empat kali lipat dibanding hari biasa,” kata pedagang makanan, Ncan Fatimah, saat ditemui di Taman Limo, Jatiwangi, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Kamis (5/5).

Menurut wanita yang akrab disapa Mpok Ncan ini, pada Lebaran tahun 2021 lalu, karena adanya PPKM, omset penjualan hanya Rp 500 ribu perhari.

Tapi saat ini, wanita yang berjualan jenis nasi dengan lauk ayam bekakak, pecak mujair, nila dan gurame tersebut, omsetnya bisa mencapai Rp 3 hingga Rp 4 juta perhari

Hal senada juga dirasakan pedagang makanan kecil, Rogayah. Ia mengaku yang hanya menjual jenis makanan Jalabiya, bakwan atau bala bala serta gorengan dan minuman, bisa meraup omset sebesar Rp 1 jutaan dari biasanya sekitar Rp 200 ribuan perhari.

Kepada Radar Bekasi, puluhan para pedagang di kawasan Taman Limo, mengaku bisa mendapat keuntungan berlipat-lipat saat Lebaran.

Wisata Gratis

Taman Limo, merupakan inisiatif seorang Kepala Desa Jatiwangi, yang memanfaatkan resapan air di kawasan wilayah Cikarang Barat, dijadikan sebagai tempat wisata untuk mendorong pertumbuhan ekonomi warga sekitar, sekaligus tempat hiburan bagi masyarakat umum.

Bagi masyarakat yang ingin berkunjung, tidak perlu membayar tiket. Melainkan hanya uang parkir sebesar Rp 5 ribu bagi pengendara roda dua, dan Rp 10 ribu kendaraan roda empat.

Sejumlah wahana permainan dapat dinikmati baik orang dewasa dan anak anak, yakni bebek air, mobil yang berkeliling di wilayah industri MM 2100, sepeda, trampolin dan lain lain.

Setiap pengunjung yang ingin menikmati wahana tersebut, hanya dikenakan tarif Rp 10 ribu, sedangkan untuk mobil berkeliling kawasan industri, harus merogoh kocek Rp 20 ribu.

Ketua PKK Cikarang Barat, Berty Kusuma Wardhany menuturkan, para pedagang di kawasan Taman Limo ini, merupakan binaan dari wilayah Kecamatan Cikarang Barat, khususnya Pemerintahan Desa Jatiwangi.

“Tempat wisata ini merupakan inisiatif kepala desa, dimana adanya Taman Limo kurang lebih tujuh tahun berdiri. Antusias warga sangat tinggi untuk berkunjung. Kemudian bagi yang senang ikan, bisa memberi makanan dengan terlebih dahulu membeli makanannya seharga Rp 2 ribu- Rp 5 ribu. Jadi, kalau mau hiburan, tidak perlu keluar jauh-jauh dan tak butuh biaya banyak,” terangnya.

Sementara itu, Bimbingan Masyarakat Polri (Bimaspol) Jatiwangi, Iptu Karena mengakui, yang menjadi ketertarikan bermain di Taman Limo ini, tidak ada biaya tiket atau pungutan saat masuk, melainkan hanya untuk parkir kendaraan. (and)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.