DKM Masjid Dengklok Ajari Tunanetra Baca Quran

RENGASDENGKLOK, RAKA – Banyak cara belajar membaca Alquran, sekalipun untuk penyandang tunanetra. Kali ini Masjid Besar Rengasdengklok memiliki Quran braille.
Quran braille merupakan mushaf Quran yang ditulis dengan simbol untuk orang yang memiliki gangguan penglihatan atau tunanetra. Ketua DKM Masjid Besar Rengasdengklok Iskandar Sulaeman mengaku telah menerima Quran braille dari Kementerian Agama yang disalurkan melalui Kantor Urusan Agama (KUA) Rengasdengklok. Kata dia, Kementerian Agama akan menyerahkan sebanyak dua Quran braille, tapi saat ini baru satu yang sudah diterimanya. “Quran braille ini untuk orang disabilitas tunanetra,” katanya saat ditanya.
Lebih lanjut kata Iskandar, Masjid Besar Dengklok melalui lembaga Baitul Quran ini juga sudah memiliki instruktur sekaligus pengajar untuk masyarakat tunanetra yang berkeinginan belajar membaca Quran.
“Kebetulan salah satu pengurus C masjid besar ini ada yang dari tunanetra, selain itu beliau motivator dan juga dosen,” imbuhnya.
Menurut Iskandar, melalui program Baitul Quran diharapkan dapat mencetak generasi qurani, dan mewadahi remaja muslim di wilayah Rengasdengklok. Apalagi saat ini masjid besar sudah memiliki Quran braille. “Selama ini kita mengadakan pelatihan tahsin, tilawah, dan tahfiz. Sekarang kita juga memfasilitasi bagi tunanetra yang ingin belajar Quran,” ujarnya.
Iskandar menambahkan, adanya Quran braille diharapkan bisa memotivasi masyarakat untuk terus belajar quran, baik bagi yang memiliki gangguan penglihatan maupun tidak. “Yang tunanetra saja bisa belajar Quran, apalagi yang bisa melihat,” pungkasnya. (mra)

Artikel DKM Masjid Dengklok Ajari Tunanetra Baca Quran pertama kali tampil pada Radar Karawang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.