Pedagang Cingcau di Cianjur Gelar Aksi, Tuntut Berjualan Kembali ke Tugu Asmaul Husna

Pedagang Cingcau

CIANJUR Puluhan pedagang cingcau dari Tugu Asmaul Husna, Kecamatan Haurwangi geruduk Dinas Perkimtan dan pendopo Cianjur, Rabu, (10/08/2022).

Dalam aksi orasi pertama yang dikawal aparat TNI Polri dan Satpol PP massa mendatangi kantor Perkimtan Cianjur untuk menemui kepala Dinas Perkimtan, namun massa hanya diterima oleh Sekdis Perkimtan.

Kemudian massa bergeser melakukan long march ke kantor Pendopo Cianjur dan diterima oleh perwakilan Pemkab Cianjur yakni Kabag Hukum.

Dalam tuntutannya massa meminta dikembalikan ke tempat semula berjualan di seputaran trotoar Tugu Asmaul Husna karena mengalami berbagai kerugian setelah adanya perpindahan tempat berjualan ke rest area Citarum.

Koordinator aksi Sohibul mengatakan, tuntutan para pedagang cingcau ingin berjualan kembali ditempat yang sekarang di relokasi.

“Imbas dipindahkan sehingga ada beberapa pedagang yang tidak mendapatkan sepeser pun. Sedangkan kebutuhan terus berjalan,” katanya.

Selain itu ia pun mempertanyakan analisis dampak yang akan disebabkan akibat bangunan rest area dan cafe berpotensi menyebabkan longsor.

“Ini analisis dampak salah satu mungkin tidak ada ijin dari pembangunan tersebut, kami khawatirkan dampak kemanusiaan dan lingkungan,” ujarnya.

Saat ini Pemkab Cianjur akan mengkaji tuntutan dari masyarakat selama 14 hari. Ia pun mengecam jika tetap tak di indahkan maka masyarakat akan kembali melakukan aksi dengan mendatangkan massa lebih banyak.

“Hasilnya kami diberi waktu selama 14 hari soal tuntutan kami oleh Pemkab Cianjur. Setelah aksi ini pedagang cingcau akan mengambil sikap kembali berjualan di trotoar itu,” paparnya.

Disisi lain, Rusmiati (40) pedagang Cingcau mengatakan, terhitung selama 14 hari setelah dipindahkan ia tak mendapatkan pemasukan yang cukup dari hasil berjualannya.

“Sepi jualannya, malah selama 14 hari saya nge hutang ke warung untuk memenuhi kebutuhan,” kata Rusmiati.

Sementara itu, Sekdis Perkimtan Sekdis Perkimtan Ahmad Nugraha mengaku tuntutan-tuntutan dari masyarakat akan dilaporkan ke Kepala Dinas Perkimtan.

“Nanti kami akan melakukan kajian untuk menyampaikan ke Bupati Cianjur,” katanya.

Senada dengan yang disampaikan Kabag Hukum Pemkab Cianjur Moch Irfan mengaku menerima tuntutan dari masyarakat dan akan disampaikan kepada Bupati Cianjur.

“Kami akan menerima, menampung, mengkaji dan melaporkan kepada pimpinan atas tuntutan dan keluhan para pedagang Cingcau,” tandasnya. (byu/Radar Cianjur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.