Jawa Barat

Gara-gara Menangkap Warga Tanpa Surat Resmi, Polsek Tegalbuleud ‘Dikepung’ Warga

KABUPATEN SUKABUMI – Ratusan warga Desa Buniasih, Kecamatan Tegalbuleud, berbondong-bondong geruduk Mapolsek Tegalbuled pada Jumat (26/03/2021) malalm.

Salah seorang warga Kampung Citangkil, Desa Buniasih, Kecamatan Tegalbuleud, Uye (33) mengatakan, kedatangan ratusan warga ini, terjadi setelah salah seorang warga yang bernama Mardani (55 tahun) asal Kampung Citangkil Desa Buniasih, Kecamatan Tegalbuleud yang diamankan jajaran Polsek Tegalbuleud. Lantaran mengambil 10 batang kayu jati di wilayah perhutani.

“Jadi kronologisnya itu, dari panangkapan warga atas Mardani (50) warga Kampung Citangkil, Desa Buniasih, Kecamatan Tegalbuleud. Ditangkap pada Kamis (25/03/2021).

Ia ditangkap karena menggunakan kayu milik perhutani yang sudah roboh pada satu tahun lalu. Setelah itu, pohon jati itu langsung digunakan oleh Pak Mardani untuk dibangunkan rumah sebanyak delapan batang,” kata Uye kepada Radar Sukabumi pada akhir pekan kemarin (27/03/2021).

Ratusan warga mendatangi kantor Polsek Tegalbuleud, ujar Uye, tidak lain meminta penjelasan soal penangkapan salah seorang warga tersebut. Karena, dalam penangkapannya tidak disertai dengan keterangan atau surat resmi.

“Sebenarnya itu ada 10 batang pohon jati. Namun yang terpakai hanya delapan pohon. Sementara dua pohon lagi tidak terpakai dan diremdam di balong,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Desa Buniasih, Bahrudin menjelaskan, pihaknya membenarkan soal ratusan warganya yang mendatangi kantor Polsek Tegalbuleud itu.

“Jadi Pak Mardani itu, ngambil kayu dari hutan itu mungkin dari jasa pikul dengan pihak perhutani. Terlebih lagi, kejadiannnya itu sudah lama ada sekitar satu tahun lebih. Apalagi, Pak Mardani itu bekerja sebagai buruh kasar atau sering membantu penanaman di perhutani,” jelasnya.

Saat itu, pemerintah Desa Buniasih telah melakukan koordinasi dan komunikasi dengan pihak perhutani. Saat itu, pihak perhutani mengaku kepada pemerintah desa tidak melaporkan soal Mardani dan tidak mengetahui kejadian serta persoalanya.

Selain itu, tidak ada konfirmasi dari pihak polsek yang menangkap salah seorang warga tersebut. “Jadi waktu penyelesaian dengan pihak warga, nah Polsek Tegalbuleud meminta surat pernyataan dan pihak KRPH atau aster.

Tetapi pihak KRPH tidak mau karena mereka tidak pernah menyuruh dan merasa kehilanhan kayu di kawasan hutannya,” tandasnya.

Untuk itu, ratusan warga langsung mendatangi ke Mapolsek Tegalbuleud untuk mengetahui pasal kejelasannya seorang warga yang ditangkap oleh Polsek Tegalbuled, tanpa memiliki surat penangkapannya.

“Sebenarnya, kedatangan warga itu bukan mempermasahkan dan hanya ingin memperjelas saja. Karena pihak perhnutani tidak pernah melaporkan kepada Polsek dan juga tidak merasa kehilangan. Iya, warga yang datang ada sekitar lebih dari 100 orang,” imbuhnya.

Tidak lama setelah itu, akhirnya Mardani yang diamankan oleh Polsek Tegalbuleud itu, langsung dibebaskan dan kini ia sudah berada di rumahnya dan berkumpul dengan keluarganya. “Kemarin malam juga, Pak Mardani sudah dipulangkan dan sekarang situasi sudah kondusif dari semalam juga,” tandasnya.

Pihaknya berharap kedepannya apabila ada persoalan atau ada penangkapan diharapkan ada koordinaai terlebih dahulu minimalnya dengan pemerintah desa setempat.

“Apapun permasalahnya, mungkin kalau ada koordinasi dengan pemerintah desa atau kecamatan, Inysa Allah tidak akan terjadi permasalahan hukum. Mudah-mudahan harapan itu sudah disampaikan ke Intel yang tadi datang ke sini, agar disampaikan kepada pimpiannya di Polres Sukabumi agar bisa koordinasi dan nantinya menciptakan kodusifitas di wilayah Desa Buniasih dan umumnya di Kecamatan Tegalbuleud,” paparnya.

Ditempat terpisah, Danru Polhut Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Sukabumi, Vicky Yuldan mengatakan, pihaknya mengaku bahwa KPH Sukabumi tidak menerima tembusan apa-apa perihal persoalan tersebut. Sehingga dirinya tidak mengetahui secara jelas soal penangkapan serta kronologisnya.

“Sampai saat ini, pihak perhutani tidak pernah melaporkan atas nama warga tersebut yang diduga melakukan pengambilan pohon di lahan perhutani,” katanya.

Menurutnya, KPH Sukabumi telah mengetahui informasi tersebut dari KRPH Cisujen, Tegalbulued. “Memang penangkapan warga itu, bukan laporan dari kita. Informasinya pihak polsek yang langsung menangkapnya. Kami belum tahu kronologis dan asal usul kayunya itu dari mana,” timpalnya.

Pihaknya menambahkan, di kawasan hutan tidak semuanya bisa diawasi dengan baik oleh KPH Sulabumi. Baik itu yang tumbang karena alam maupun sebagainya. Kemungkinan juga ada masyarakat yang mengambil pohon itu dari lahan perhutani.

“Kalau misalkan ada yang sifatnya mengambil pohon secara di sengaja atau melakukan pengrusakan, itu masuknya pada tindak pidana kehutanan. Maka, kita akan koordinasi dulu dengan pihak Polsek maupun pemerintah desa serta pemerintah kecamatan. Karena merasa dirugikan.

Kalau kerugiannya kecil itu masuk pada pidana ringan dan sansksinya hanya di lakukan pembinaan saja. Apalagi orang tersebut tidak ada catatan hukum. Jadi ada pembinaam dulu, dan tidak serta merta melakukan penangkapan,” tandasnya.

Menanggapi hal tersebut, Kapolres Sukabumi AKBP Lukman Syarif mengatakan, pihaknya membenarkan soal ikwal kejadian tersebut. Menurutnya persoalan itu berawal dari salam paham. Meski demikian, dirinya juga memastikan situasi saat ini sudah kondusif.

“Jadi Kapolsek Tegalbuleud itu mengamankan warga. Nah, orang tersebut tidak ditahan namun dalam proses pemeriksaan. Namun, pihak Perhutani sampai sekarang belum ada pernyataan dirugikan atau tidak. Yang jelas untuk mengantisipasi warga yang mungkin tidak mengetahui secara detil peristiwanya, akhirnya Kapolseknya sudah saya amankan. Saya ganti sementara kapolseknya,” katanya.

Dirinya juga mengaku sudah meredam situasi dilapangan, ia juga memastikan tidak ada pasukan Dalmas yang berjaga saat ini di Mapolsek Tegalbuleud. Kini, dirinya juga belum bisa menyimpulkan kejadian itu dipicu kesalahan prosedur penangkapan.

“Sekarang Kapolseknya masih saya periksa, untuk meredam saya ganti dengan Plt Kapolsek. Saya nonaktifkan Kapolsek itu dalam rangka pemeriksaan,”pungkasnya. (den/radarsukabumi)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button