Harga Bahan Pokok di Cianjur Turun, Tapi Pembeli Sepi

RADARCIANJUR.com– Harga sembako di beberapa pasar di Kabupaten Cianjur mengalami penurunan dalam kurun waktu satu pekan sebelumnya. Namun beberapa bahan pokok masih terbilang mahal. Satu bahan pokok mengalami kenaikan cukup signifikan yakni tepung terigu dari sebelumnya Rp11 ribu kini Rp85 ribu per kilogram.

Seperti di Pasa Muka Karangtengah, beberapa kebutuhan sembako masih dalam kondisi normal yakni minyak goreng kemasan Rp35 ribu dua liter, minyak goreng curah Rp14 ribu per kilogram dan gula pasir Rp14 ribu per kilogram.

Seperti yang diungkapkan Ara (35) pedagang sembako di Pasar Muka. Dirinya mengungkapkan sudah satu minggu harga kembali normal pasca Hari Raya Idul Adha kemarin.

Selain sembako, harga daging sapi turut turun dari sebelumnya Rp150 ribu menjadi Rp140 ribu per kilogram. Kenaikan sebelumnya, diduga dikarenakan wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang terjadi di beberapa kecamatan di Kabupaten Cianjur

Kamal (42) menjelaskan, meski adanya penurunan, namun kondisi penjualan masih terlihat lesu. Bukan hanya di kios daging miliknya, namun terlihat di beberapa pedagang lainnya.

Hal serupa turut dirasakan oleh Indra (25) pedagang daging ayam Pasar Muka. Meski harga daging ayam ikut turun dari Rp38 ribu per kilogram menjadi Rp35 ribu per kilogram, namun pembeli hanya datang beberapa saja.

Terlihat dari kondisi dagangannya yang masih tertata rapi dan terlihat berjejer daging ayam yang belum tersentuh pembeli.

Kondisi serupa turut terjadi di Pasar Induk Cianjur (PIC), pembeli belum begitu dirasakan pedagang di pasar yang menjadi pusat belanja masyarakat Kota Santri ini.

Beberapa pedagang masih mengeluhkan kondisi sepinya pembeli. Pedangan pun tidak mengetahui secara pasti sepinya pembeli seminggu setelah Hari Raya Kurban.

Agus Salim (52) pedagang telur PIC mengungkapkan, sepekan sesudah Idul Adha, kodisi tidak terlalu ramai pembeli. Hanya beberapa saja yang hilir mudik untuk berbelanja. Bahkan, harga bahan pokok seperti telur sudah turun meskipun hanya seribu rupiah. Saat ini, harga telur berada di angka Rp28 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp29 ribu per kilogram.

Selain Agus Salim, Apud (40) pedagang sayuran PIC turut merasakan dampak sepinya pembeli. Ya meskipun harga cabe-cabean sudah terjun, tapi masih terbilang pedas.

Untuk harga cabe tanjung, saat ini berada di harga Rp70 ribu per kilogram dari sebelumnya mencapai Rp110 ribu per kilogram. Bawang merah Rp35 ribu per kilogram, cabe rawit keriting Rp75 ribu dan cabe rawit domba Rp65 ribu.

Sementara itu, Kabid Perdagangan Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Cianjur, Agus Mulyana membenarkan turunnya beberapa harga bahan pokok di pasar tradisional Kabupaten Cianjur dalam kurun waktu satu pekan terakhir.

Selain itu, dirinya menilai, sepinya pembeli di pasar-pasar tradisional bisa disebabkan karena masyarakat tengah fokus dalam mengurus kebutuhan pendidikan anak dibandingkan kebutuhan pokok.

“Betul ada penurunan, sementara sepinya pembeli di beberapa pasar tradisional di Kabupaten Cianjur karena kemarin kan masuk sekolah, jadi kemungkinan bisa saja masyarakat lebih fokus ke arah sana,” tuturnya.

Di sisi lain, Atim (50) pemilik warung nasi di Jalan Pangeran Hidayatullah mengatakan, penurunan harga bahan pokok memang cukup membantu. Tapi beberapa masih dinilai mahal olehnya. Terlebih cabe-cabean.

Meski demikian, dirinya tidak berniat menaikan harga barang dagangannya kepada pembeli. Ia lebih memilih tetap dengan harga sebelumnya.

“Kalau dinaikan nanti pembeli pada kabur. Yang masih terbilang mahal ya itu cabe-cabean. Harga jual makanan tetap aja harganya sama, daripada pembeli pada kabur,” singkatnya. (kim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.