Harga Minyak Goreng Curah Masih Mahal, Bima Arya Sindir Kemendag

WhatsApp Image 2022 03 16 at 16.30.26 Erb2aq

Wali kota Bima Arya saat mengecek stok minyak goreng.

BOGOR-RADAR BOGOR, Harga minyak goreng curah saat ini masih mahal. Termasuk di Kota Bogor, yang seharusnya sesuai harga eceran tertinggi (HET) Rp14.000 per liter, saat ini masih di kisaran Rp 20.000 per liter.

Baca Juga : Perumda Tirta Pakuan Lakukan Pemeliharaan SPAM Katulampa, Pelanggan Siap-siap Tampung Air

Wali Kota Bogor Bima Arya pun meminta Pemerintah Pusat segera mengevaluasi kinerja Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Menurutnya, masih mahalnya harga minyak goreng curah merupakan permasalahan di tingkat hulu, dalam hal ini Kemendag.

“Untuk itu, saya kembali mendesak pemerintah pusat agar kemendag ini dievaluasi kinerjanya,” pinta Bima.

Bima Arya menyinggung Kemendag yang menyelesaikan permasalahan ini secara berlarut-larut.

“Masa permasalahan (harga) ini tidak bisa selesai. Masa kalah dengan kepentingan bisnis perusahaan besar, jangan kalah dengan pengusaha minyak,” sambung Bima Arya.

Dengan kondisi saat ini tentunya sangat berimplikasi dan merugikan masyarakat Kota Bogor, para pedagang makanan, juga pengecer minyak goreng.

Di sisi lain, Bima mengapresiasi penindakan terhadap okunum di Kemendag terkait mahalnya minyak goreng. Pun demikian, tindakan hukum itu juga seharusnya ditindaklanjuti dengan normalisasi harga minyak goreng di lapangan.

Berdasarkan, data Diskopumkmdagin Kota Bogor pada Senin (9/5/2022), harga minyak goreng curah di pasar tradisional Kota Bogor mencapai Rp19.000 hingga Rp20.000 per liter.

Berdasarkan laporan di Pasar Bogor harga minyak goreng curah Rp19.000 per liter dan harga itu tetap dibanding Minggu (8/5/2022). Sedangkan minyak goreng kemasan Rp 25.000 per liter.

Untuk harga di Pasar Kebon Kembang (Anyar) harga minyak goreng curah Rp20.000 per liter, dan harga itu tetap dibanding satu hari sebelumnya. Sedangkan minyak goreng kemasan kosong.

Untuk diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui keterangannya di Youtube Sekretariat Kepresidenan pekan lalu menjelaskan, akan mencabut larangan ekspor CPO saat kebutuhan dalam negeri telah terpenuhi. Dia menegaskan memenuhi kebutuhan pokok rakyat merupakan prioritas.

“Begitu kebutuhan dalam negeri sudah terpenuhi tentu saya akan mencabut larangan ekspor. Karena saya tahu negara perlu pajak, devisa, surplus neraca perdagangan. Tapi memenuhi kebutuhan pokok rakyat adalah prioritas penting,” kata Jokowi.

Jokowi juga meminta kesadaran industri minyak kelapa sawit dalam memprioritaskan dan mencukupi kebutuhan minyak goreng di dalam negeri.

“Jika kita semua mau dan punya niat untuk memenuhi kebutuhan rakyat sebagai prioritas, dengan mudah kebutuhan dalam negeri dapat dicukupi,”tukasnya. (ded)

The post Harga Minyak Goreng Curah Masih Mahal, Bima Arya Sindir Kemendag first appeared on RADAR BOGOR | Berita Bogor Terpercaya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.