Hiburan Malam Puncak Kembali Bergeliat, Waspada Klaster PSK 

  • Whatsapp
Ilustrasi THM
Ilustrasi THM

CISARUA – Kawasan Puncak mulai ramai kembali. Setiap hari, kawasan berhawa sejuk itu didatangi wisatawan. Dunia malam di Puncak pun perlahan mulai bergeliat lagi setelah dua tahun rehat akibat pandemi Covid-19.

Ya, soal hiburan dunia malam di Puncak paling lengkap. Dari PSK hingga gigolo ada di sana. Termasuk PSK hadromi (PSK berwajah keturunan timur tengah) dan phastun. Selain itu, tempat karaoke hingga pijat plus-plus juga ada di kawasan Puncak.

Bacaan Lainnya

Para pelaku dunia malam di Puncak itupun kini mulai kembali beroperasi secara sembunyi-sembunyi.

Para PSK misalnya. Mereka menjajakan diri melalui jasa penjaga vila. Jika ada yang memesan jasanya, penjaga vila langsung menghubungi PSK melalui pesan what’s App.

Salah satunya Asep, penjaja sekaligus penjaja vila di Jalan Raya Bopuncur. Kepada Radar Bogor ia mengaku menyewakan vila juga wanita, jika ada yang mencarinya.

“Kalau mau ditemenin juga bisa. Tinggal saya hubungi,” katanya saat ditemui Radar Bogor Minggu (31/10/2021) malam.

Untuk PSK yang ditawarkan, Asep mengaku usianya masih muda. Belasan tahun. Paling tua di bawah 25 tahun.

“Ini, masih muda muda. Pilih saja. Kalau cocok tinggal dipanggil,” katanya sambil memperlihatkan foto-foto yang disebut Asep PSK.

Namun, Asep mengaku tidak hanya ABG, ada pula yang sudah berumur diatas 35 tahun. Menurutnya banyak juga yang mencari PSK usia tua. Biasanya anak-anak muda. “Yang berpengalaman (PSK tua) juga ada kok,” tawarnya.

Tidak hanya itu, Asep juga menawarkan PSK blasteran Timur Tengah. Atau disebut sebagai hadromi. Namun, ia mengaku untuk hadromi ini, tarifnya lebih mahal. Juga terbatas. Jika kebetulan sedang ada yang kosong baru bisa menggunakan jasanya.

“Mau balsteran? ada. Cuman harus dicek dulu. Karena stok terbatas,” tawarnya sembari tertawa.

Kembali munculnya praktek dunia malam di Puncak ini pun berpeluang menjadi klaster Covid-19. Terlebih para pelaku dunia malam di Puncak puncak kerap mengabaikan prokes (protokol kesehatan).

Itu terlihat dari penjaja vila yang tak menggunakan masker. Juga para PSK yang mengabaikan prokes saat bertransaksi dengan para pelanggannya.

“Iya, masa kalau begituan pakai masker dan jaga jarak. Tapi sejauh ini aman kok,” tutur pria berbadan kurus itu.

Menanggapi adanya praktek dunia malam di Puncak juga ancaman klaster PSK, Kasi Trantib Kecamatan Cisarua, Efendi mengatakan penerapan prokes terus dilakukan.

“Untuk prokes, kita tegas. Tak pakai masker langsung Kita tindak,” katanya kepada Radar Bogor Rabu (3/11/2021).

Sementara itu untuk praktek dunia malam di Puncak termasuk kabar kembalinya hadromi di kawasan Puncak, muspika akan melakukan pengecekan.

“Sejauh ini belum ada laporan (PSK Hadromi). Namun akan kita lakukan monitoring perihal kabar ini. Jangan sampai Puncak ada seperti itu lagi,” tukasnya. (all)

Editor : Yosep

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *