Jawa Barat

Ibu di Cipatat Diduga Bunuh 2 Anaknya Lalu Gantung Diri

CIPATAT – Peristiwa tragis menimpa keluarga Asep Burhanudin (31). Warga Kampung Margamulya RT 1/2 Desa Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB) ini harus mendapati istrinya, DRY (30) dan 2 anaknya berusia 4 dan 2 tahun meninggal dunia di rumahnya, Rabu (7/4/2021) sore sekitar pukul 16.08 WIB.

Berdasarkan penyelidikan pihak Kepolisian, DRY diduga nekat gantung diri dan sebelumnya membunuh kedua anaknya terlebih dulu berdasarkan temuan barang bukti pihak Kepolisian di lokasi kejadian dan kesaksian orang terdekat keluarga tersebut.

Kasatreskrim Polres Cimahi AKP Yohannes Redhoi Sigiro mengatakan, dari olah TKP, hasilnya polisi mengidentifikasi adanya luka pada bagian leher DRY yang berasal dari jeratan selendang. Di TKP, tak ditemukan tanda-tanda luka bekas kekerasan.

“Kita belum bisa memastikan penyebab kematian ini. Kita masih harus lakukan autopsi. Tetapi diduga kuat penyebab kematiannya karena bunuh diri,” katanya.

Sementara itu, Kapolsek Cipatat Kompol Yana Supyana katakan, kematian keluarga ini, kali pertama diketahui oleh Asep, suami korban. Dari keterangan saksi Reja (16) mengaku menerima pesan whatsapp dari Asep sekitar pukul 14.30 WIB.

Pesan itu meminta Reja mengecek ke rumah Asep untuk mengetahui keberadaan istrinya, karena saat itu Asep tengah menjalankan pendidikan satpam di daerah Cileunyi istrinya tak merespons teleponnya.

Namun, saat disambangi oleh Reja tidak didapati jawaban atau informasi apapun.

Mendapati itu, Asep kemudian memutuskan untuk pulang lebih awal hingga mendapati istrinya telah meninggal dalam keadaan menggelantung dan juga 2 anaknya meninggal dalam rumah itu.

“Suaminya histeris karena melihat istri dan dua anaknya sudah terbujur kaku. Hasil olah TKP kondisi rumah dalam keadaan terkunci dari dalam dan tidak ditemukan adanya bekas paksaan masuk ke dalam rumah,” ungkap Kompol Yana.

Pihaknya mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain kain selendang yang diduga digunakan untuk gantung diri korban, sisa-sisa makanan anak, serta buku catatan yang berisi curhat atau keluhan korban soal ekonomi dan kata-kata salam pamit perpisahan dari sang istri.

“Ya kita amankan ada surat wasiat yang dibuat oleh korban yang berisi keluhan dan memiliki beban utang,” pungkasnya.

(kro/radarbandung.id)

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button