Iko Uwais Aniaya Tetangga

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Setelah dilaporkan oleh seseorang berinisial RD ke Kantor Polres Metro Bekasi Kota pada Sabtu (11/6), aktor film laga, Iko Uwais (IK) dan satu terlapor lain berinisial FR dijadwalkan menjalani pemeriksaan hari ini. Pelapor sebagai korban melaporkan keduanya lantaran telah melakukan tindak pidana pengeroyokan di lingkungan tempat tinggal keduanya, kawasan Summarecon, Kota Bekasi.

Iko dan FR belum ditetapkan tersangka atas dugaan tindak pidana dimuka umum secara bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan, sudah tiga orang diminta keterangan termasuk pelapor kemarin, Senin (13/6).

“Selanjutnya terlapor akan kita lakukan pemanggilan dan sudah kita layangkan suratnya untuk esok hari pukul 09:00 WIB, dan satu lagi terhadap saudara FR kita lakukan pemanggilan untuk dimintai keterangan pukul 10:00 WIB,” ungkap Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Ivan Adhitira.

Ivan menceritakan, Malam kejadian, korban bersama dengan istrinya pulang mengendarai mobil. Setibanya di rumah, korban dipanggil oleh Iko, diketahui pelapor dan terlapor yang tinggal bertetangga.

Keduanya bertemu dan berbicara terkait dengan utang piutang kerjasama jasa interior, pelapor meminta Iko untuk melunasi kekurangan pembayaran jasa tersebut. Sesaat setelah pembahasan utang piutang ini, terjadi cekcok dan keributan antara kedua belah pihak.”Berdasarkan laporan, kekurangannya sekitar Rp150 juta,” tambah Ivan.

Barang bukti visum sudah dikantongi oleh pihak kepolisian untuk menyelidiki kasus ini. Hasil visum menerangkan korban terluka di bagian wajah, kepala, tangan sebelah kanan, dan punggung akibat pukulan.”Penagihannya dari berbagai macam cara, menggunakan telepon, mengirim invoice via WA, terjadilah cekcok mulut, terus perselisihan antara dua belah pihak ini,” tukasnya.

Senada disampaikan oleh Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Endra Zulpan. Dia menjelaskan, korban disewa Iko dalam desain interior untuk mempercantik rumahnya. Namun, Iko diduga baru membayar uang jasa setengah dari total pembayaran.

“Baru dibayar setengahnya. Kemudian setelah itu ditagih oleh korban. Korban ini artinya orang yang bekerja di desain interior,” katanya, kemarin.

Zulpan mengatakan, korban pun mengirimkan sisa tagihan ke Iko lewat pesan WhatsApp. Namun, pesan tersebut tidak dibalas Iko. Meski demikian, Dia juga tak menegaskan apakah karena tak terima ditagih oleh korban sehingga Iko diduga melakukan pemukulan. “Pagi-pagi dengan mengirim invoice melalui WhatsApp, namun tidak direspons oleh Iko Uwais,” katanya.

Imbas dugaan penganiayaan ini, aktor Iko Uwais dilaporkan ke Polres Metro Bekasi Kota. Dari informasi polisi, laporan terhadap Iko dibuat oleh seseorang berinisial R. Laporan itu diterima dengan nomor LP/B/1737/VI/2022/SPKT: Sat Reskrim/Polres Metro Bekasi Kota/Polda Metro Jaya.

Hingga saat ini, Kepolisian masih mendalami laporan tersebut. Iko dan FR disangkakan melanggar pasal 170 KUHP dengan ancaman pidana 5 tahun 6 bulan penjara. (Sur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.