Depok  

Isu Mi Instan Naik Bikin Galau

Mi Instan

DEPOK  – Isu kenaikan harga mi instan yang akan naik tiga kali lipat membuat galau pelaku usaha yang berkaitan dengan mi instan. Pasalnya, kenaikan harga hingga tiga kali lipat berdampak besar bagi masyarakat, terutama pedagang yang omsetnya bergantung pada mi instan, seperti Warung Kopi (Warkop).

Pemilik Toko Agen Sembako Yanto, Supriyanto mengatakan, untuk saat ini kenaikan mi instan belum ada. Namun, kenaikan sempat terjadi tiga kali sebelum Idul Adha lalu secara bertahap dan tidak signifikan, karena hanya Rp100 saja, misal per bungkusnya Rp2.500 hingga Rp2.800. Sehingga, dari segi penjualan tidak terlalu berpengaruh.

“Perihal isu harga mi instan yang naik tiga kali lipat memang pernah saya tanyakan ke sales mi instan itu sendiri terkait kebenarannya,” ucap Yanto kepada Radar Depok, Jumat (12/8).

Kemudian, lanjut Yanto, sales tersebut menjelaskan kalau kenaikan sebenarnya itu hanya Rp300, misal dari harga awalnya per kardus Rp112 ribu menjadi Rp124.000, yang berarti awal harga per bungkusnya dari Rp2.800 menjadi Rp3.100, tetapi informasi tersebut masih belum valid.

“Jika memang kenaikan harga mi instan benar-benar naik tiga kali lipat, berarti total harga per kardusnya mencapai Rp336 ribu, yang berati per bungkusnya seharga Rp8.400, tentunya ini menjadi masalah serius bagi pedagang dengan omset penjualan yang berpatokan pada mie instan, seperti Warkop,” ungkapnya.

Sedangkan, Pemilik Toko Agen Sembako, Ridho Jaya mengatakan, belum ada kenaikan perihal harga mie instan yang ada di toko sembakonya, dan untuk isu kenaikan tiga kali lipat tersebut memang sempat diketahuinya lewat media sosial.

“Sampai saat ini penjualan dari segi harga mi instan di toko saya masih normal, untuk per kardusnya Rp109 ribu, sehingga harga per bungkusnya Rp2.725, Alhamdulillah untuk penjualan ke konsumen masih normal sampai saat ini,” kata Ridho.

Ridho mengucapkan, kenaikan harga mi instan yang diisukan akan naik tiga kali lipat ini diharapkan tidak terjadi, dengan kenaikan tersebut tentunya hal ini berpengaruh terhadap penjualan mie instan di tokonya.

“Karena, omset penjualan mi instan di toko saya rata-rata menghabiskan dua kardus per harinya, dan jika benar-benar naik tiga kali lipat, harga per kardus nya mencapai Rp327 ribu dan per bungkusnya menjadi Rp8175, hal ini tentunya berdampak besar bagi konsumen dan toko,” ucapnya.

Kemudian, Pemilik Toko Agen Sembako Sri Rejeki, Fafa mengungkapkan, terkait isu kenaikan harga mi instan yang mencapai tiga kali lipat diketahuinya lewat media sosial, tetapi untuk penjualan mi instan di tokonya belum mengalami kenaikan.

“Kemungkinan naiknya mie instan tiga kali lipat menurutnya tidak masuk akal, karena dengan kenaikan yang melonjak tinggi seperti itu tentunya konsumen tidak akan membeli, dan berpengaruh besar terhadap penjualannya,” ungkapnya.

Kemudian, ucap Fafa, saat ini dirinya belum mendapatkan informasi lebih lanjut terkait krnaikan mi instan yang mencapai tiga kali lipat tersebut, sehingga dirinya tidak dapat berkomentar apapun terkait isu kenaikan tersebut.

Terpisah, Pemilik Warkop Tradisi (Warsi), Dedi Junaedi mengatakan, saat ini penjualan mi instan di Warkopnya masih berjalan dengan harga yang normal, dari kisaran Rp7.000 hingga Rp10 ribu. Namun, isu terkait kenaikan harga mie instan diketahuinya lewat informasi dari pemberitaan.

“Jika memang harga tersebut naik tiga kali lipat tentunya hal ini sangat berdampak kami kami selaku pemilik warkop, karena omset terbesar kami untuk makan siang orang-orang lebih dominan mie instan,” ungkap Dedi.

Dedi mengungkapkan, jika kenaikan benar-benar mencapai tiga kali lipat, tidak menutup kemungkinan mie instan yang dijual dengan matang mencapai Rp25 ribu hingga Rp30 ribu.

“Saya hanya bisa berharap kenaikan produk mie instan ini tidak terjadi, karena omset utama ada pada penjualan mie instan, tentunya hal ini menjadi musibah bagi penjual-penjual warkop lainnya,” tutupnya. (ama)

GRAFIS Mi Instan

Tentang :

– Isu mi instan naik tiga kali lipat

– Mi instan di Depok akan naik

Harga saat ini :

– Rp2.800

Harga sempat naik :

– Terjadi tiga kali sebelum Idul Adha secara berangsur

– Rp.2.500 hingga Rp.2.800

Rencana kenaikan harga :

– Naik Rp300 per bungkus

– Per kardus Rp112 ribu menjadi Rp124.000

– Rp2.800 menjadi Rp3.100

Jika naik tiga kali lipat :

– Rp336 ribu per kardus

– Rp8.400 per bungkus

Dampak naiknya harga :

– Tidak ada konsumen yang membeli

– Omset warkop menurun

Harga mi instan warkop saat ini :

– Rp7.000 hingga Rp10 ribu

Harga mi instan di warkop jika naik :

– Rp25 ribu hingga Rp30 ribu

Jurnalis : Aldy Rama

Editor : Ricky Juliansyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.