Jalan Tergerus Longsor, Akses Tiga Desa Terganggu

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Longsornya Jembatan Cipamingkis yang tak kunjung diperbaiki, membuat akses menuju tiga desa di Kabupaten Bekasi menjadi terganggu, karena hanya dapat dilintasi satu lajur.

Jembatan yang merupakan penghubung antara Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bogor dan Karawang ini sudah beberapa kali diperbaiki, namun jembatan kembali amblas.

“Atas dasar pertimbangan yang dilakukan Muspika Kecamatan Cibarusah, jembatan itu dilakukan penutupan pada salah satu ruas jalan. Terakhir, kami lakukan peninjauan untuk melihat sisi sebelah timur menuju Desa Sirnajati yang mengalami longsor,” kata Camat Cibarusah, Muhammad Kurnaepi.

Menurut Kurnaepi, tiga desa tersebut yang terganggu dari arah Jalan Raya Cibarusah menuju Desa Sirnajati, Desa Ridogalih dan Desa Ridomanah, sehingga tidak dapat dilalui dengan baik, terutama kendaraan besar, karena pada sisi jalannya dilakukan penutupan akibat longsor.

Kurnaepi mengakui, kondisi Jembatan Cipamingkis kian mengkhawatirkan. Penutupan satu lajur pun terpaksa dilakukan, untuk menghindari amblas makin meluas.

“Memang saat ini sedang dilakukan penutupan pada salah satu ruas jalan. Dikhawatirkan semakin parah dan membahayakan bagi masyarakat,” terangnya.

Lanjut Kurnaepi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi sudah berkirim surat ke Kementerian PUPR dan BBWS Citarum, terkait kondisi jembatan tersebut, namun belum ada tindak lanjutnya hingga saat ini. Padahal surat tersebut telah dikirimkan sejak akhir tahun lalu.

“Ya, sejak tujuh bulan lalu Pemkab Bekasi melalui Dinas Bina Marga sudah berkirim surat ke Kementerian PUPR dan BBWS Citarum, dan kami masih menunggu tindak lanjutnya, karena jalan ini tidak bisa dilalui secara efektif, dan banyak kekhawatiran kami terhadap keselamatan masyarakat,” ujar Kurnaepi.

Pihaknya berharap, kondisi tersebut dapat segera direspon oleh pihak terkait sebelum kondisinya kian parah. Terlebih saat ini, curah hujan masih terjadi, sehingga dikhawatirkan terjadi longsor yang lebih luas, seperti yang terjadi beberapa waktu lalu.

“Kalau hujan dan arus sungai deras, bisa jadi bertambah parah, makanya masyarakat berinisiatif untuk menutup jalan yang longsor itu. Kendaraan yang hendak lewat harus bergantian, dan dijaga oleh masyarakat sekitar,” ucapnya.

Kurnaepi menambahkan, berdasarkan hasil realisasi Musrenbang tahun 2022 ini, nantinya infrastruktur jalan menuju Desa Sirnajati, akan dilakukan perbaikan. Namun dengan kondisi tersebut, dikhawatirkan kendaraan besar yang akan digunakan untuk melakukan perbaikan jalan, tidak dapat melalui Jembatan Cipamingkis tersebut.

“Jika tidak segera diperbaiki, takutnya nanti ketika realisasi perbaikan infrastruktur jalan jadi terhambat akibat longsor,” tandas Kurnaepi. (and)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.