Kapolres Metro Bekasi Pastikan Hewan Ternak Aman dari PMK

Kombes Pol Gidion Arif Setyawan
Kapolres, Kombes Pol Gidion Arif Setyawan, didampingi Wakapolres Metro Bekasi, AKBP Deddy Supriadi, mengusap sapi saat mendatangi peternakan Githa Farmer, di Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Rabu (8/6). PRA/RADAR BEKASI

BEKASIPolres Metro Bekasi bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bekasi, mendatangi salah satu peternakan sapi Githa Farmer, untuk memastikan hewan kurban yang akan disembelih pada saat hari raya Idul Adha 1443 Hijriyah, tidak terjangkit wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Dalam pengecekan tersebut, Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Gidion Arif Setyawan didampingi Wakapolres, AKBP Deddy Supriadi, dan dokter hewan, Dian, tidak menemukan hewan yang terjangkit wabah PMK.

“Dari hasil pengecekan hewan kurban di peternakan Githa Farmer bersama dokter hewan, Dian, dan Kepala Puskesmas setempat, ada sekitar 150 ekor sapi untuk keperluan hari raya Idul Adha yang sudah dicek kesehatannya. Tapi hasilnya, tidak ada indikasi PMK,” ujar Gidion, usai melakukan pemeriksaan, Rabu (8/6).

Dari informasi dari pemilik peternakan, Budiono, kata Gidion, hewan-hewan di tempatnya ini sudah dirawat dengan baik.

“Cara-cara Pak Budiono merawat hewan peliharaan itu sudah baik. Sehingga, cukup efektif untuk mencegah tertular virus PMK. Ini bisa menjadi contoh bagi peternak di Kabupaten Bekasi,” terang Gidion.

Diakui Gidion, di Kabupaten Bekasi memang ada ditemukan beberapa ternak yang terjangkit PMK. Akan tetapi sudah dilakukan treatment secara intensif.

“Dari informasi yang saya dapat, ada beberapa peternakan yang terindikasi terinfeksi virus PMK, tetapi semuanya dapat dilakukan treatment, jadi tidak sampai di lockdown,” ucapnya.

Lanjut Gidion, keberhasilan dalam menangkal penyebaran virus PMK itu, tidak lepas dari peran serta semua pihak, terutama koordinasi yang cepat dari pemilik peternakan dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bekasi.

“Dokter hewan dan pusat kesehatan, bersinergi dalam mentreatment hewan yang terindikasi terinfeksi virus PMK ini,” ujarnya.

Gidion menambahkan, ketersediaan stok hewan kurban jelang Idul Adha di Kabupaten Bekasi, relatif aman. Contoh, di peternakan Githa Farmer ini saja, ada sekitar seratus lima puluh ekor sapi, dan rencananya akan datang kembali seratus enam puluh ekor lagi, untuk memenuhi kebutuhan hewan kurban saat Idul Adha.

Meski demikian, dirinya menghimbau para peternak atau pelaku usaha hewan kurban di Kabupaten Bekasi, untuk memperketat treatment.

“Hal ini untuk menjaga kesehatan hewan, dan mencegah masuknya virus PMK, sehingga semua dapat terjaga dengan baik,” harap Gidion. (pra/RADARBEKASI.ID, )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.