Keluarga Korban Gladiator di Sukabumi Berikan Hasil Visum

Sumber: radarsukabumi.com

SUKABUMI – MP (49) orangtua dari bocah korban dugaan perkelahian gladiator di Kelurahan Sindangpalay, Kecamatan Cibeureum memberikan hasil visum anaknya kepada pihak kepolisian, Selasa (9/5).

Sebelumnya, MP melayangkan surat laporan dugaan perkelahian gladiator tersebut ke Polres Sukabumi Kota pada Kamis (6/5) lalu.

“Hari ini saya sudah melakukan visum, ada dua korban salah satunya anak saya sedang ada proses wawancara oleh penyidik. Dan untuk hasil visumnya itu ada di pihak kepolisian,” kata MP kepada awak media Senin (9/5).

Ia mengaku, laporan yang dilayangkannya ini merupakan inisiatif sendiri, lantaran tidak ingin hal serupa terjadi kepada anak-anak lainnya.

Ia juga meminta kepada para orangtua, jika ada kejadian serupa untuk segera melaporkannya kepada pihak yang berwenang, jangan sampai ada tindakan-tindakan lain yang lebih brutal, karena anak-anak ini merupakan generasi muda untuk selanjutnya.

“Nah untuk respon masyarakat, selama berproses ini, ada juga yang pro dan kontra. Tapi biar bagaimanapun ini demi kebaikan di lingkungan khususnya tempat tinggal saya dan umumnya untuk warga Sukabumi juga,” terangnya.

“Saya berharap pelaku bisa diberikan pembinaan lebih lanjut dan juga khusus untuk tempat tinggal di lingkungan saya, kondisinya seperti dulu, di mana kondisinya aman dan tentram,” harapnya.

Diberitakan sebelumnya, perkelahian galdiator ini diketahui dari menyebarnya video di sejumlah grup aplikasi WhatsApp.

Dalam video tersebut, memperlihatkan sekumpulan anak di tempat penuh rerumputan di wilayah Kecamatan Cibeureum.

Terlihat juga ada dua orang anak yang melakukan sparring atau saling berkelahi. Selain itu, ada juga seorang anak yang lebih besar berperan sebagai wasit.

Potongan video berdurasi selama 29 detik ini, memperlihatkan adegan kekerasan dan penganiayaan. Berdasarkan informasi yang dihimpun, video itu sempat diunggah ke YouTube namun kemudian dihapus oleh pengunggah.

Diduga kejadian itu berlangsung pada dua bulan yang lalu, namun baru terbongkar akhir April lalu.

“Ketahuan baru dua hari menjelang lebaran,hari sabtu beres salat Tarawih, di YouTube itu kan suka ada foto covernya (thumbnail) saya tanya ini anak-anak di sini, saya langsung datengin satu-satu,” kata MP kepada wartawan, belum lama ini.

MP menjelaskan, berawal dari ketidak sengajaan melihat di Sodara yang sedang melihat YouTube, MP sangat kaget ketika melihat anaknya sendiri menjadi korban.

“Jadi ada video di upload di YouTube, kebetulan bibi anak saya ngeliat video itu, pas dilihat ternyata keponakan sekaligus anak saya yang jadi korban, jadi dipaksa diadu,” ujarnya.

Lanjut MP, terduga pelaku bullying dengan cara pemaksaan melakukan kekerasan itu adalah anak-anak yang masih berada dibangku Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Awalnya korban diam dan tidak mau buka suara soal tindakan tercela itu.

“Selama ini anak diam nggak mau ngaku sampai video itu ditemuin juga masih nggak ngaku. Cuman ibunya bilang anak saya jadi nggak mau sekolah agama (madrasah),” pungkasnya. (cr1/t)

The post Keluarga Korban Gladiator di Sukabumi Berikan Hasil Visum appeared first on radarsukabumi.com.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.