Depok  

Kenali Tokoh Masyarakat Rawageni, Jaelani (1) : Dirikan Tugu Rawageni, Benahi Lingkungan Pakai Kantong Pribadi

Sebagian masyarakat di Kota Depok mungkin belum mengenal tokoh masyarakat asal Kampung Rawageni, Jaelani. Namun, bagi warga di Kecamatan Cipayung terkhusus Kelurahan Ratujaya, tentu tidak asing lagi dengan dengan pria yang akrab dipanggil Canut tersebut.

Laporan : Gerard Soeharly

RADARDEPOK.COM, Wajah Kampung Rawageni, Kelurahan Ratujaya, kecamatan Cipayung telah banyak berubah jika dibandingkan dengan beberapa tahun yang lalu. Salah satu contoh adalah sapaan hangat dari Tugu Rawageni yang belum lama-lama ini berdiri pada kampung tersebut.

Hadir sebagai identitas Kampung Rawageni, tentunya tugu tersebut memiliki makna yang begitu mendalam. Pada bagian bawah atau kolam melambangkan Rawa. Sedangkan, kata Geni diwakili oleh wadah yang terdapat api pada bagian atas tugu tersebut.

Tak jauh darisana, ada Masjid Asyukur yang dikenal dengan konsep ramah anak. Disana, anak-anak dapat mengikuti kegiatan positif yang tergabung dalam RW Ramah Anak (RRA).

Sudah pasti, ada aktor dibelakang wajah baru Kampung Rawageni. Dia adalah Jaelani atau akrab disapa Canut yang juga menjabat sebagai Ketua RW1 Ratujaya.

Sebagai inisiator, tak jarang Canut merogoh kantong pribadinya untuk melakukan sejumlah pembangunan tersebut. Tak penting seberapa banyak yang dia keluarkan. Bagi dia, yang terpenting adalah manfaat dari pembangunan itu dapat langsung dirasakan oleh masyarakat.

“Untuk sumber dananya ada yang pakai dana pribadi saya dan juga swadaya dari masyarakat,” terangnya.

Kepeduliannya yang sangat besar terhadap lingkungan juga dapat dilihat dari Musala Nurul Huda. Dia sengaja membongkar kembali Musala tersebut kemudian, akan dibangun kembali dengan konsep yang lebih modern.

“Karena, permukaan jalan itu lebih tinggi daripada Musala Nurul Huda. Dan kemarin itu belum ada lahan parkirnya. Jadi sengaja kita ubah supaya nyaman dipakai ibadah oleh masyarakat,” beber Canut.

Baru-baru ini, Canut bahkan, menyulap sebidang lahan yang dikotori oleh tanaman liar menjadi sebuah sarana olahraga yakni Lapangan Voli. Proses pembangunannnya masih berlangsung hingga saat ini.

“Kemarin juga kita bongkar dua jembatan kecil untuk kita bangun dengan bangunan yang kokoh dan diperlebar sehingga, dapat dilintasi oleh kendaraan roda empat bahkan, truk,” ujarnya.

Tidak sampai disitu, Canut berkomitmen untuk terus membangun wilayahnya dari pembangunan fisik maupun karakter masyarakatnya. (Bersambung)

Editor : Junior Williandro

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.