Kepergok, Pelaku Curanmor Tembak Korban

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Seorang warga nyaris tertembak senjata api (senpi) oleh pelaku pencurian sepeda motor, lantaran dipergoki akan membawa kabur sepeda motor jenis Honda CRF di depan sebuah toko elektronik, di Jalan Raya Industri, Cikarang Cibarusah, Desa Sukaresmi, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Jumat malam (10/6).

Insiden penembakan yang dilakukan oleh dua pelaku pencurian sepeda motor tersebut, terekam CCTV toko. Menurut keterangan pegawai toko, Diyan (19), peristiwa itu terjadi saat korban yang merupakan pelanggannya, melihat lampu sepeda motor miliknya menyala.

Kemudian, korban pun mengecek keluar dan melihat seorang pelaku sudah siap membawa lari sepeda motornya. Pelaku yang berjumlah dua orang panik usai diteriaki korban. Satu pelaku berada di atas sepeda motor, satu lagi yang merupakan eksekutor langsung menjatuhkan sepeda motor korban dan langsung menembakkan senpi ke arah korban.

“Dari dalam toko, korban sudah curiga kenapa lampu motornya nyala. Lalu dia (korban) ngecek keluar, motornya bener sudah mau dibawa kabur oleh pelaku,” ujar Diyan saat dimintai keterangan, Sabtu (11/6).

Hal senada disampaikan pemilik ruko, Tomi (35), yang mengaku mendengar suara seperti petasan sebanyak dua kali.

“Saya ada di belakang ruko, dan mendengar ada suara seperti petasan dua kali. Kondisi kunci kontak sepeda motor korban sudah rusak, dan dalam posisi menyala,” tuturnya.

Menurut Tomi, aksi dua pelaku menembak korban terekam CCTV, termasuk saat mengeluarkan senjata api saat dipergoki.

“Ya beruntung korban selamat, karena ada tembok tiang bangunan ruko. Setelah itu, pelaku lari menggunakan motor ke arah Serang Baru,” ucapnya.

Saat ini, kasus tersebut sudah ditangani Polsek Cikarang Selatan dan Polres Metro Bekasi. Rekaman CCTV serta sebuah proyektil peluru yang ditemukan di lokasi, menjadi barang bukti terjadinya peristiwa tersebut.

Menyikapi itu, Wakapolres Metro Bekasi, AKBP Deddy Supriadi menjelaskan, dari hasil evaluasi, ada aksi kejahatan curanmor di Cikarang Selatan, yang diketahui pelaku mengeluarkan senjata api.

“Ini merupakan kejahatan yang sifatnya meresahkan masyarakat, dan tidak bisa ditoleransi lagi,” tegasnya.

Disampaikan Deddy, dalam bulan ini, ada kenaikan kasus, khususnya curanmor, dalam satu hari pihak kepolisian sudah lima kali mendapatkan laporan.

Oleh karena itu, kata dia, pihaknya masih terus melakukan upaya penyelidikan, mengumpulkan bukti-bukti, untuk mengetahui identitas para pelaku, dan selanjutnya melakukan penangkapan.

“Sesuai arahan Kapolres, ketika pelaku ini tertangkap, harus ditindak tegas dan terukur. Kami masih terus melakukan upaya penyelidikan,” tandas Deddy. (pra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.