Depok  

Keren, Baru Diluncurkan 5 Persen WP Depok Terdaftar e-SPPT

RADARDEPOK.COM Terobosan Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Depok, elektronik Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (e-SPPT) mulai diterapkan. Sejak dilaunching 16 Maret lalu, tercacat sudah 5 persen dari 665.000 SPPT sudah bermigrasi ke e-SPPT. Melalui e-SPPT nantinya wajib pajak (WP) dimudahlan dalam pembayaran pajak bumi dan bangunan (PBB).

Kepala Bidang Pajak Daerah II BKD Kota Depok, Muhammad Reza menjelaskan, migrasi dari SPPT ke e-SPPT bertahap. Tahun ini sudah mulai hingga 2023. Nah, di 2024 baru e-SPPT benar-benar diterapkan seutuhnya. Dalam bermigrasi BKD masih menjaringnya melalui pemutihan, pokok dan denda tahunan tertentu. Dari penjaringan tersebut sudah 5 persin yang menerapkan e-SPPT dari 665.000.

Baca Juga : Keras, BEM UI Tolak RKUHP Bermasalah

Jadi, kata Reza, saat sudah e-SPPT balik nama dan jenis pengurangan bisa diajukan via online, tidak perlu kekantor. Setiap e-SPPT yang sudah terdaftar akan mendapatkan kode one time password (OTP). Saat ini di web http://pbb-bphtb.depok.go.id:8083/e_pbb/ , baru bisa diakses buat pelayanan balik nama PBB, pemutihan pokok dan denda tahunan. “Perhitungannya 10 hari semua sudah bisa selesai,” tuturnya kepada Harian Radar Depok, Senin (13/6).

Menurutnya, e-SPPT ini demi mendukung Depok Smart City. Pemberlakukan e-SPPT ini baru bisa dilakukan pada 2023. Hanya saja, belum bisa 100 persen diterapkan, baru 50 persen. Di 2024, baru sudah diterapkan seluruhnya. Setelah dilauching 16 Maret lalu, pihaknya akan melakukan sosialisasi.

Saat pembayaran ke kantor BKD, selanjutnya, WP juga bisa meakses mesin online kiosk yang ada di pelayanan. Masyarakat yang tidak memiliki handphone (Hape) bisa menggunakan mesin tersebut agar dapat memudahkan pelayanan. “Nanti juga ada pegawai yang melayani dalam mengakses mesin tersebut,” tandasnya. (cr1/rd)

Jurnalis : Andika Eka 

Editor : Fahmi Akbar 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.