Depok  

Kisah Dima Safitri, Perempuan Peduli HIV/Aids (1) : Saudara Terjangkit HIV, Dampingi Teman Sebaya

Perempuan Peduli HIV/Aids Depok

Belum banyak yang mengenal Dima Safitri, perempuan yang telah mengabdikan diri kepada teman sebaya atau istilah lain dari pengidap HIV/AIDS. Semua itu berawal ketika dia mengetahui salah satu saudaranya dinyatakan positif HIV.

Laporan : Gerard Soeharly

Sore hari, sembilan tahun yang lalu menjadi titik awal kehidupan baru bagi Dima Safitri. Dia hanya merenung sambil melihat lalu lalang manusia yang melintas di depan kediamannya di wilayah Kecamatan Cipayung, Kota Depok.

Kenyataan pahit baru saja didengarnya, salah satu saudaranya dinyatakan positif HIV. Sedih dan kecewa sudah pasti. Tetapi setelah berlama merenung, Dima memutuskan untuk tidak meneteskan air mata. Dima harus mengambil suatu keputusan agar saudaranya itu segera mendapatkan penanganan.

“Kalau aku sih latar belakanganya punya keluaga, yang sembilan tahun yang lalu sakit. Ternyata pas di cek HIV, bingung harus ngapain,” ungkapnya kepada Radar Depok, Jumat (12/08).

Sedih, bingung dan kesal, semua rasa bercampur aduk dalam benak Dima. Lantas, dia membawa saudaranya tersebut ke fasilitas kesehatan untuk segera mendapatkan penanganan. Mulai dari administrasi hingga pengobatan, semuanya diurusi Dima.

Perlahan-lahan, Dima mulai mengenal apa itu HIV/AIDS, baik penyebab, dampak, komunitas hingga temen sebaya mulai menjadi pekerjaan baru baginya.

Menutur Dima, banyak orang yang belum mengetahui penyebab, dampak dan penanganan untuk pengidap HIV/AIDS. Berangkat dari sana, ia mulai membulatkan tekad untuk menjadi teman sebaya atau istilah lain dari pengidap HIV/AIDS.

Setidaknya, berbagai tindakan nyata yang dia lakukan dapat mebangkitkan kesadaran teman sebaya untuk mengobati diri atau bagi yang belum tertular dapat mengetahui bahaya dari virus tersebut.

“Nah, ketemu lah temen di komunitas, aku ngerasa virus ini seperti tidak banyak yang tahu. Jadi saya melakukan tindakan agar setidaknya dapapt meminimalisir adanya kemungkinan buruk yang terjadi,” beber Dima.

Awal karirnya, dia bergabung dengan sejumlah komunitas. Berbekal ilmu pengetahuan yang diperoleh secara otodidak, Dima mulai mencoba mendampingi teman sebaya yang tak jarang harus berurusan dengan hukum karena, menjadi korban intimidasi.

Setelah menentukan pilihan hidup barunya itu, Dima mulai bergabung dengan Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) Hitam Putih yang memang konsen dalam dinamika yang dialami teman sebaya. (Bersambung/RADARDEPOK.COM )

Editor : Ricky Juliansyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.