Komisi D DPRD Kota Bandung Soroti Permasalahan Anak

Anak-anak PAUD
Anak-anak PAUD sedang bermain saat jam istirahat -ist-jpg

BANDUNG – Ketua Komisi D DPRD Kota Bandung Aries Supriatna menilai upaya Pemkot Bandung dalam memenuhi hak-hak anak masih kurang. “Salah satunya terkait isu stunting. Di mana anak-anak di Kota Bandung masih banyak yang menderita stunting,” ujar Aries kepada wartawan, Rabu (10/8).

Selain itu, Aries menilai banyak juga kekerasan yang menimpa anak-anak di Kota Bandung. Salah satunya, lanjut Aries masih sering terlihat anak-anak yang dilibatkan orang tua dalam mencari nafkah.

“Masih banyak kita lihat anak dibawa mengemis atau disuruh berjualan di perempatan. Itu kan juga salah satu bentuk kekerasan,” ungkapnya.

Hal lain yang disoroti Aries terkait masih kurangnya pemenuhan Pemkot Bandung terhadap kebutuhan dan hak anak di bidang pendidikan.

Hal ini diakui istri Wali Kota Bandung yang juga merupakan Bunda PAUD, Yunimar Yana Mulyana yang mengakui masih ada kekerasan yang menimpa anak di Kota Bandung.

“Ya kami akui dari tahun ke tahun jumlah kekerasan pada anak di Kota Bandung meningkat,” tegas Yunimar.

Hal ini salah satunya diakibatkan pandemi Covid-19 yang berdampak terhadap semua sektor.
“Pandemi Covid-19 ini kan memukul semua sektor kehidupan. Sehingga dampaknya dirasakan juga oleh anak-anak,” tuturnya.

Menurut Yunimar, ketika pandemi banyak orang tua yang dirumahkan atau di PHK. Sehingga mereka merasa stres dan berdampak pada anak-anak yang ada di sekitarnya.

Meski demikian, ia mengatakan, banyak masyarakat yang lapor jika ada kekerasan terjadi. “Yang lapornya, bisa dari keluarga yang bersangkutan atau dari tetangga. Pada prinsipnya, sudah ada kesadaran dari warga untuk lapor jika terjadi kekerasan terhadap anak,” bebernya.

Karenanya Yunimar mengatakan, Pemkot Bandung bisa membantu warga dalam mengatasi masalah yang dihadapi. “Meski memang masih ada beberapa kekurangan kami dalam memberikan pelayanan maksimal kepada anak-anak di Kota Bandung. Namun kami tetap berupaya untuk memenuhinya. Semua disesuaikan dengan kemampuan anggaran,” bebernya.

Kepada orang tua yang memiliki anak-anak, ia mengajak dan mengingatkan agar bisa menyiapkan anak-anak tangguh demi generasi masa depan. “Orang tua harus memberikan kasih sayang agar tumbuh jadi anak yang baik. Sehingga bisa mencetak generasi emas dan unggul 2045, dan hal tersebut harus dimulai dari sekarang,” pungkasnya. (mur/RADARBANDUNG.id, )

 

The post DPRD Kota Bandung Soroti Permasalahan Anak appeared first on Radar Bandung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.