Masyarakat Desa Sirnagalih Cianjur Dapat Bantuan, Pasca Diterjang Banjir

banjir cianjur

CIANJUR – Pasca diterjang banjir satu masjid jebol dan puluhan rumah terendam di tujuh kampung di Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku pada senin malam (20/06/2022) kini telah mendapatkan bantuan dari berbagai pihak.

Selain itu masyarakat yang terdampak juga telah mandiri mengevakuasi diri ke rumah sanak saudara terdekat.

Bencana akibat hujan yang mengguyur kawasan tersebut mengakibatkan jebolnya tanggul sungai dan merendam kampung Sarongge Pasirhapa, Ciranji, Cihashas kulon, Cirahashas wetan dan Cibodas kulon tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Namun kerugian material diperkirakan mencapai 300 juta rupiah.

Kapolsek Cilaku Kompol Bambang Kristiono mengatakan, pihaknya telah memberikan bantuan untuk perbaikan masjid Nurulhuda yang jebol akibat hujan lebat.

“Kami meninjau korban Banjir di Kampung Sarongge RT. 01 RW 03 dan memberikan bantuan semen 5 sak untuk pembangunan Masjid Nurulhuda,” katanya, Selasa (21/06/2022).

Kapolsek Cilaku berharap, dengan bantuan tersebut dapat sedikit membantu meringankan beban masyarakat dalam hal sarana prasarana penunjang ibadah.

“Mudah-mudahan dapat membantu masyarakat yang terkena dampak dari banjir,” ujarnya.

Sementara itu, Kades Sirnagalih Sugilar mengatakan, pihaknya telah mengupayakan dengan menyediakan tempat mengungsi di balai desa.

“Sudah di tawarkan, hanya warga memilih untuk mengungsi ke rumah saudara terdekat,” kata Sugilar.

Rencananya pihak Desa akan mengajukan perbaikan rumah warga ke intansi terkait.

“Perbaikan ke BPBD, Dinsos, PMI dan sekarang para kadus sedang mendata untuk perbaikan irigasi ke PUTR dan sekarang para kadus mendata,” ujarnya.

Ia pun memperkirakan renovasi masjid akan selesai beberapa hari ke depan.

“Untuk mesjid jebol diperkirakan besok beres karena ada bantuan dari Polsek, Kodim dan lainnya,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Pegiat Lingkungan Hidup (YPLH) A. Jalenani mengatakan, banjir tersebut telah terjadi dua kali semenjak ada proyek perumahan di Kampung Sarongge.

“Saya menyesalkan kajian lingkungan sebelum proyek itu dilaksanakan, itu kan pakai konsultan lingkungan melalui dinas lingkungan hidup,” pungkasnya. (byu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.