Depok  

Mengenal Camat Tapos, Abdul Mutolib (3-Habis) : Menyulap Sekolah, Berkesan Saat Menjabat Kepala Sekolah

Sudah berbagai posisi yang pernah dia duduki, pastinya sudah banyak menjalani program kerjanya di berbagai jabatanya mulai dari pengajar, kepala sekolah, di Dinas Pendidikan, hingga sekarang ia menjadi seorang camat.

Laporan : Andika Eka Maulana

RADARDEPOK.COM, Sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau abdi negara, Abu harus siap ditempatkan di berbagai macam tempat dan posisi jabatan. Sampai ia tidak pernah berpikir sekarang ia bisa menduduki jabatan seorang camat.

Kalau Allah SWT sudah berkehendak mau bilang apa? Tidak terpikir sekarang menjadi seorang camat,” ucap Abdul Mutolib.

Mulai dari pengajar Abu semaksimal mungkin untuk mengajar dengan seusai program-program yang sudah ada. “Saat jadi pengajar masih mengikuti program-program yang ada, belom bisa membuat program baru untuk di terapkan,” kata Abu.

Pada saat ia menjadi seorang pemimpin seperti Kepala Unit Pelaksana Teknis, Lurah dan sampai menjadi Camat, baru bisa membuat kebijakan atau program-program yang bagus dan ciamik.

Banyak program yang saya jalani ada yang hasilnya memuaskan dan ada yang hasilnya belom sangat memuaskan”, ucapnya.

Menurutnya pada saat masuk kedunia pemerintahan banyak program yang bagus tetapi yang berhasil ia jalani, tetapi yang paling berkesan adalah saat ia menjadi Kepala Sekolah SDN Anyelir 2.

Karena setelah masuk dunia pemerintahan saya hanya menjabat dalam waktu sebentar dengan menjalani program sebelumnya dan program baru yang sedang berjalan”, ungkapnya.

Dari sekian banyak jabatan yang ia emban, Abu merasa paling berhasil saat menjadi Kepala Sekolah SDN Anyelir 2. Karena pada saat Abu masuk untuk menjadi kepala sekolah sekolah itu dengan kondisi yang kurang baik.

Pas saya masuk sekolah itu menurut saya dengan kondisi yang kurang baik dari segi fasilitasnya maupun kualitas”, menurutnya.

Pada saat Abu pertama menjabat kepala sekolah, Abu melihat keliling kondisi sekolahan itu dan hasilnya, seperti toiletnya kurang bagus, musala penuh dengan kabang-kabang, halamanya masih dengan halaman berupa tanah dan pagar yang sudah doyong.

Abu mengaku dalam waktu singkat bekerja sama dengan teman-teman yang ada disitu berhasil merubah itu.

Sampai sekolah itu semakin banyak peminatnya”, katanya pada sore itu yang sudah mulai gelap.

Dari situ, Abu merasa puas dan berkesan dengan pencapaian itu yang meyulap sekolah yang kondisinya kurang baik sampai bagus dan banyak peminatnya.

Itu jaman saya kalo mau di tampung bisa empat kelas, dari yang nyari satu kelas saja susah dan di tahun berikutnya bisa melampaui target yang ada”, ujarnya.

Menurut Abu, untuk tahun berikutnya sampai saat ini sekolah itu masih diminati sampai sekarang, sebuah prestasi yang tidak bisa dilupakan untuknya.

Terakhir iya berpesan, sebagai PNS itu adalah abdi negara untuk itu jiwa dan raganya harus di persembahkan untuk negara dan menginfaqkan jiwa dan raganya untuk melayani masyarakat.(*)

Editor : Junior Williandro

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.