Depok  

Mengenal Korda KUL-IND Depok Ngariung, Tuti Purwanti (1)

Owner Pawon Putri Pegagan, Dilantik 2021 hingga Jahe Bubuk

Owner Pawon Putri Pegagan

Owner Pawon Putri Pegagan, Dilantik 2021 hingga Jahe Bubuk

Dalam perjalanan Perkumpulan Aliansi Kuliner Indonesia (KUL-IND), tentunya bukan perjalanan mudah yang ditempuh ketika ingin menciptakan penggiat Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang berkualitas berawal dari produk olahan lokal khas Indonesia. Kali ini, Radar Depok coba mengenalkan Koordinator Daerah (Korda) KUL-IND Depok Ngariung, Tuti Purwanti.

Laporan : Aldy Rama, RADARDEPOK.COM

Ratusan produk lokal terpampang rapi di etalase, kebanyakan yang dipajang berasal dari bahan baku herbal yang diolah sendiri, di antaranya serbuk olahan jamu jahe, minuman lemon yang juga dikombinasikan dengan bahan herbal dan berbagai produk herbal lainnya.

Dengan senyum ramahnya, Tuti Purwanti mempersilahkan awak Radar Depok untuk memasuki workshop Pawon Putri Pegagan yang beralamat di Jalan Melati Tirta V, FD19 RT 01/08, Kelurahan Duren Mekar, Kecamatan Bojongsari, Depok.

Ya siang itu awak Radar Depok memang sebelumnya telah membuat janji dengan perempuan berhijab itu. Tuti Purwanti, merupakan Koordinator Daerah (Korda) KUL-IND Depok Ngariung yang sudah malang melintang sebagai pelaku UMKM.

Dengan senang hati, owner Pawon Putri Pegagan itu menceritakan sejarah terbentuknya KUL-IND yang semula terdiri dari delapan founder yang berlatar belakang sebagai pengusaha.

“Sebenarnya saya dilantik menjadi Korda Depok Aliansi Kuliner Indonesia pada kisaran 2021 akhir. Namun, awal mula terbentuknya Aliansi Kuliner Indonesia sendiri sudah berdiri dari 2017, dan sudah diresmikan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Kemenkumham) dan akta notaris pada tanggal 30 April 2018 lalu,” ucapnya dengan ramah.

Sorot matanya yang dibingkai kaca mata itu pun mulai melirik salah satu titik di etalase yang ada di sana. Lantas, Tuti Purwanti pun mengambil dan memperlihatkan salah satu produk unggulan di Pawon Putri Pegagan, yakni jahe merah bubuk.

Meski dibuat untuk memudahkan pembeli mengonsumsinya. Namun, untuk produk yang satu ini bisa dibilang tidak instan. Pasalnya, proses pembuatannya harus diaduk selama 32 jam nonstop menggunakan mesin yang dirakit sendiri. Proses ini sama halnya untuk membuat dodol.

Ibu dua orang anak ini pun bercerita, sebelum menjadi Korda KUL-IND Depok Ngariung, awal mula ia membuat olahan produk lokal berupa jahe merah bubuk saja. Namun, saat itu untuk konsumsi sendiri, tepatnya untuk diet pribadi.

“Berkat rekan-rekan yang melihat perkembangan yang ada, akhirnya saya inisiatif membuka usaha kecil-kecilan berupa aneka produk herbal, ya akhirnya berdiri Pawon Putri Pegagan,” ucap Tuti.

Kemudian, dengan ketekunan yang dibangun, kini ia terpilih menjadi Korda KUL-IND Depok Ngariung yang terpilih pada 2021 akhir yang ditunjuk langsung salah satu pimpinan Aliansi Kuliner Indonesia. (Bersambung)

Editor : Ricky Juliansyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.