Mengenal PCSDI Depok (3-Habis) : Ingin Buat Sanggar untuk Meneruskan Estafet Seni

biWRKtu9 budaya kLgTsE

Walau terhitung sudah lima tahun berdiri, tapi Paguyuban Campursari Dangdut Indonesia (PCSDI) belum memiliki sanggar pribadi untuk belajar Kesenian Jawa, hanya terdapat basecamp yang sehari-hari digunakan untuk berkumpul sesama anggota dan berlatih kesenian dengan seadanya.

Laporan : Nurhidayati Fauna

RADARDEPOK.COM, Sebagai sebuah komunitas berlatar belakang tradisional, PCSDI (Paguyububan Campur Sari Dangdut Indonnesia) tetap konsisten dalam melestarikan dan memperkenalkan kebudayaan atau Kesenian Jawa kepada generasi muda. Dalam kiprahnya PCSDI yang berbasis kesenian CAMPURSARI selalu menggabungkan dengan musik dangdut termasuk Koplo yang saat ini sedang di gemari.

“Itu adalah cara PCSDI memperkenalkan keesenian daerah kepada masyarakat ” demikian ungkap Ketua PCSDI, Sunardi.

Dalam memperkuat eksistensinya di dunia seni tradisional baru baru ini PCSDI menambah kegiatannya dengan membuat sanggar tari tradisional, adapun untuk kegiatan awal dari sanggar tari tersebut adalah mencoba mengangkat Tari Jatilaan dan Warok.

Kami sudah membuat proposal yang nantinya akan kami ajukan kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Depok,” ujar Sunardi.

Menurut Sunardi, membuat sanggar harus dilakukan untuk melakukan estafet seni kepada para generasi muda. “Kalau tidak diteruskan nanti siapa lagi yang akan melestarikan kesenian jawa di PCSDI,” ujar Sunardi.

PCSDI tidak kekurangan seniman dan sumber daya manusianya. Hanya saja animo generasi muda untuk mempelajari kesenian jawa dirasa Sunardi masih kurang.

Nyari anak sekarang yang ingin belajar kesenian tradisional itu yang susah, karena sekarang kebanyakkan anak lebih ke seni modern,” ujar Sunardi.

Salah satu peengurus PCSDI, Viona, berharap melalui sanggar ini, diharapkan peran PCSDI dalam rangka NGURI NGURI (melestarikan) budaya tradisional semakin terasa dan dapat memperkenalkan budaya daerah kepada generasi muda.

Belum lama ini PCSDI melakukan studi banding ke daerah Anyer dan melakukan pentas bareng dengan sanggar tari daerah yang ada di sana,” ujar Viona.

Untuk tujuan merekrut anggota atau peminat maka PCSDI membuka sekretariat pendaftaran di Warung Mami yang ada di Jalan Raya Cinere. “Siapa lagi yang akan melestarikan budaya daerah kalau bukan pemilik budaya itu,” tutup Viona. (*)

Editor : Junior Williandro

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.