Depok  

Nasabah Laporkan Dugaan Kecurangan Bank ke Polres Metro Depok

RADARDEPOK.COM, DEPOK – BPR Difobutama di Jalan Arif Rahman Hakim dilaporkan ke Polres Metro Depok dan digugat ke Pengadilan Negeri (PN) Depok atas dugaan Perbuatan Melawan Hukum. Penggugat sekaligus pelapornya tak lain adalah nasabahnya sendiri bernama Lukas Waka.

Kuasa Hukum Lukas Waka, Amir Syamsudin mengatakan pihaknya melaporkan dan menggugat dua orang manajemen BPR Difobutama.

“Kami menggugat dan melaporkan Direktur Utama BPR Difobutama Hamdank Usman dan Manejer Operasional Tri Sanjoyo beserta lima saksi lainnya,” kata Amir, Rabu(15/6).

Amir mengungkapkan, kliennya Lukas Waka selaku nasabah PT BPR Difobutama telah mengajukan gugatan perdata perbuatan melawan hukum (onrechtmatigedaad) di Pengadilan Negeri (PN) Depok (No. 64/Pdt.G/2022/PN.Dpk), berikut mengajukan laporan pidana.

“PT BPR Difobutama kami duga telah melakukan perbuatan-perbuatan yang melanggar hukum dengan merugikan klien kami selaku nasabahnya,dengan cara memanipulasi data kredit klien kami,” ucapnya.

BACA JUGA : Ribuan Warga Thailand Pesta Asap di Festival Ganja

Dia menjelaskan, karena manipulasi tersebut, sekalipun Lukas Waka telah membayar lunas pinjaman kreditnya tetapi tetap saja Lukas dibebani kewajiban untuk membayar tunggakan kredit, bunga dan denda. Dengan alasan masih menunggak dan macet.

“Atas kejadian ini maka jaminan aset klien kami tetap ditahan bahkan akan dilelang,” tuturnya.

Dia menyebutkan, sebelumnya Lukas mendapat pinjaman atau kredit senilai Rp745 juta dari PT BPR Difobutama pada 7 Maret 2016, dan pinjaman tersebut menetapkan tenor 60 bulan dengan angsuran setiap bulan sebesar Rp23,59 juta, dengan jaminan kredit rumah dan bangunan milik Lukas. Lukas telah mengajukan bukti-bukti, yang jelas menunjukkan bahwa PT BPR Difobutama secara terencana dan sistematis memanipulasi data kredit, melanggar peraturan perundang-undangan perbankan, melanggar kepatutan dalam hubungan kemitraan dengan nasabah dan kepercayaan di dunia perbankan.

“Tindakan-tindakan PT BPR Difobutama tersebut telah merusak industri perbankan pada umumnya dan bank perkreditan rakyat pada khususnya, dan hal mana akibatnya telah merugikan klien kami, masyarakat, dan negara,” tegasnya.

Menurutnya, perbuatan PT BPR Difobutama bertentangan dengan kewajiban hukum dan fungsinya sebagai Bank Perkreditan Rakyat dan sebagai lembaga kepercayaan masyarakat, yang tentu merupakan perbuatan yang tidak dapat dibenarkan ataupun dibiarkan.

“Oleh karena itu, selain gugatan perdata perbuatan melawan hukum, klien kami juga telah membuat laporan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan laporan kepada pihak kepolisian terkait dengan perbuatan-perbuatan PT BPR Difobutama tersebut,” bebernya.

Dia menambahkan, selama sidang mediasi, Direktur Utama PT BPR Difobutama Hamdani Usman, tidak pernah datang ke sidang mediasi untuk damai, hanya diwakilkan pada kuasa hukum dan stafnya. Mediasi dinyatakan gagal, sehingga dilanjutkan dengan sidang perdata dan pembacaan gugatan.

“Sementara itu dalam proses pidananya, pihak Polres Depok sudah memanggil klien kami selaku pelapor untuk dimintai keterangannya. Lukas Waka sudah memenuhi panggilan polisi dengan membawa bukti dan berkas-berkasnya dengan dampingan dari kami,” pungkasnya. (rd/dra) 

 

Jurnalis : Indra Abertnego Siregar

Editor : Pebri Mulya

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.