Berita UtamaJawa Barat

Nekat, Warga Purabaya Sukabumi Gorok Leher Sendiri

KABUPATEN SUKABUMI  — Diduga stres, seorang pria bersinisial DK (53) asal warga Kampung Pasirhuni, RT (04/01), Desa/Kecamatan Purabaya, Kabupaten Sukabumi, nekad melakukan aksi percobaan bunuh diri dengan cara menggorok lehernya sendiri, Rabu (24/03/2021).

Berdasarkan informasi yang diperoleh Radar Sukabumi dari Polsek Purabaya, DK nekad melakukan aksi percobaan bunuh dirinya ini dirumah anaknya yang bernama Nursarah (21) asal Kampung Cikupa, RT (22/03) Desa Pagelaran, Kecamatan Purabaya sekira pukul 08.00 WIB.

Kanit Reskrim Polsek Purabaya, Bripka Dikdik kepada Radar Sukabumi mengatakan, DK ini nekad melakukan aksi percobaan bunuh diri dengan cara menggorok lehernya sendiri menggunakan sebilah golok. “Aksi percobaan bunuh diri DK ini, pertama diketahui oleh anaknya sendiri,” kata Dikdik kepada Radar Sukabumi, Rabu (24/03/2021).

Berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pemeriksaan saksi, aksi percobaan bunuh diri yang dilakukan DK ini, disinyalir dilatar belakangi karena depresi. Pasalnya, DK sudah bertahun-tahun mengalami penyakit yang tidak kunjung sembuh-sembuh hingga menyebabkan kebutaan pada mata pelaku.

“Iya, DK itu stres karena ia mengalami penyakit mata yang tidak bisa melihat. Karena stres ini lah DK nekad hendak mengakhiri hidupnya dengan cara menggorok lehernya sendiri,” paparnya.

Setelah mengetahui kejadian tersebut, anak korban langsung melaporkannya kepada warga dan pemerintah desa serta Mapolsek Purabaya. Tidak lama setelah itu, personel dari Polsek Purabaya bersama petugas gabungan langsung mengevakuasi DK ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) setempat.

“Karena, tidak sanggup. Akhirnya DK ini kami bawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R Syamsudin SH Kota Sukabumi. Sekarang DK masih menjalani tindakan yang intensif dari tim medis RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi,” bebernya.

Sementara itu, Camat Purabaya Nunung Nurhayati menjelaskan, DK telah melakukan percobaan bunuh diri karena merasa depresi akibat mengalamai kebutaan matanya yang dialami sejak 2016 lalu. Namun, sampai saat ini penyakit kebutaannya itu tidak kunjung sembuh-sembuh.

“Iya, DK itu pernah menempuh proses pengobatan namun tidak ada hasil karena masalah ekonomi. Sehingga DK memutuskan nekad melakukan percobaan bunuh diri. Jadi sebenarnya itu, DK ini awal mulanya tepatnya pada Selasa (23/03/2021) hendak melakukan percobaan bunuh diri dengan cara menggantung diri. Namun peristiwa percobaan bunuh dirinya tersebut berhasil diamankan oleh warga dan bekerjasama dengan pemerintah Desa Pagelaran dan Muspika Kecamatan Purabaya,” jelasnya.

Setelah berhasil diselamatkan, DK langsung dipindahkan ke rumah anaknya yang berada di Kampung Cikupa, RT 22/03, Desa Pagelaran, Kecamatan Purabaya. Namun, di rumah anaknya tersebut DK kembali mencoba perencanaan bunuh diri dengan menggorok leher dengan golok.

“Sebenarnya itu, kemarin saya bersama pemerintah desa sudah menasihati DK agar tetap bersabar serta ikhlas dalam menjalani kehidupan. Jangan keluh kesah. Nah, sewaktu itu saya melihat DK itu sadar. Namun, sewaktu di pindahkan ke rumah anaknya saya kaget karena pemerintah desa menelpon ke saya, bahwa DK itu kembali melakukan percobaan bunuh dengan cara menggorok lehernya sendiri menggunakan sebilah golok,” imbuhnya.

Pihaknya menamabahkan, DK ini selain stres mengalami penyakit yang tak kunjung sembuh, ia juga disinyalir mengalami depresi karena faktor ekonomi. Pasalnya, ia telah mengalami gulung tikar dalam usahanya sebagai bos penyadap pohon karet. “Jadi uangnya itu habis dipakai berobat ke mana-mana. Tapi, penyakit kebutaan matanya itu tidak kunjung sembuh. Iya, kalau sekarang DK masih berada di rumah sakit,” pungkasnya. (den/radarsukabumi.com)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button