Pelaku UMKM dan Kafe Tarik Minat Pengunjung Gedung Juang

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Dalam rangka menarik minat masyarakat untuk mengunjungi Gedung Juang, yang menjadi destinasi wisata, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, mendukung penuh berbagai Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan sektor ekonomi kreatif lainnya, untuk membangkitkan perekonomian di Kabupaten Bekasi.

Salah satunya, kehadiran Kafe My Kopi-O yang berada di Museum Digital, Gedung Juang, yang diharapkan dapat menarik para wisatawan untuk mengunjungi Museum Digital ini.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Bekasi, kami mendukung keberadaan kafe yang sudah meramaikan Museum Gedung Juang. Ini juga bisa membangkitkan perekonomian masyarakat, salah satunya dari sektor UMKM dan ekonomi kreatif lainnya,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bekasi, Dedy Supriyadi, saat menghadiri peresmian Kafe My Kopi-O, di Museum Gedung Juang, Tambun Selatan.

Menurut Dedy, keberadaan kafe ini dapat berkontribusi dalam peningkatan perekonomian di Tambun Selatan.

“Kami berharap, dengan adanya kafe ini, dapat berkontribusi untuk membangkitkan perekonomian masyarakat di Tambun Selatan. Seperti diketahui bersama, dalam dua tahun terakhir pandemi Covid-19 melanda Kabupaten Bekasi, berdampak terhadap perekonomian masyarakat,” ucap Dedy.

Disampaikan Dedy, bahwa kebangkitan ekonomi di Kabupaten Bekasi, menjadi salah satu fokus utama Pemkab Bekasi, dan diharapkan kafe tersebut bisa bermanfaat bagi masyarakat sekitar dari berbagai aspek, terutama dalam hal pemberdayaan sumber daya manusia.

“Semoga dengan hadirnya kafe di Museum Gedung Juang ini, bisa bermanfaat bagi masyarakat dalam hal pemberdayaan sumber daya manusia,” tuturnya.

Sementara Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman, yang hadir dalam peresmian kafe tersebut, juga mengharapkan adanya kafe ini, bisa menjadi semangat bagi anak-anak muda, selain dapat menikmati kopi, tentunya mengetahui sejarah Kabupaten Bekasi di dalam Museum Gedung Juang.

“Selain bisa membangkitkan perekonomian di Kabupaten Bekasi, kehadiran kafe ini juga menjadi semangat bagi anak-anak muda kedepannya,” beber Jenderal Dudung.

Sedangkan Pengamat Seni Budaya Kabupaten Bekasi, Drahim Sada, sangat mendukung tempat wisata atau gedung bersejarah di Kabupaten Bekasi ini, dijadikan kafe maupun tempat nongkrong masyarakat.

“Selama untuk kebaikan dan menarik minat masyarakat mengunjungi gedung bersejarah yang didukung digitalisasi, saya mendukung sepenuhnya,” kata Drahim.

Ia bahkan menyarankan, Pemkab Bekasi juga bisa menambah lahan untuk para pelaku UMKM, khususnya kuliner Betawi atau asli makanan khas Bekasi, yang bisa dijajakan kepada para pengunjung Gedung Juang 45.

“Ada baiknya ditambahkan lagi lahan bagi pelaku UMKM, khususnya makanan khas Bekasi. Sehingga tempat bersejarah ini juga tetap menjaga khas daerah melalui makanan dan minuman,” imbuh Drahim. (and/adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.