Pemerintah Kota Sukabumi Target 2023 Bersih Stunting

Sumber: Radar Sukabumi

SUKABUMI – Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, berupaya menekan hingga menarget di tahun mendatang tidak ada kasus stunting atau gagal tumbuh.

Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi mengatakan, angka stunting di Indonesia pada 2021 mencapai 24,4 persen, kemudian Jawa Barat 24,5 persen. Sementara, angka stunting Kota Sukabumi mencapai 19,10 persen.

“Indonesia dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 menargetkan angka stunting ditekan hingga 14 persen, di mana Kota Sukabumi menjadi salah satu lokus daerah percepatan penanganan stunting. Karenanya, mengajak seluruh elemen untuk turut berperan serta,” jelas Fahmi kepada wartawan saat menghadiri rembuk stunting dan penandatanganan komitmen konvergensi penurunan stunting terintegrasi, yang diselenggarakan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Sukabumi, Selasa (2/8).

Fahmi memprediksi, 10 tahun mendatang Indonesia masuk 10 besar di dunia, dan di 2045 mencanangkan Indonesia emas masuk 4 besar. Tidak mungkin masuk ke 10 besar dan 4 besar kalau kemudian faktor kesehatan sebagai indikator generasi penerus lemah dalam pengawasan.

“Kalau hari ini rembuk stunting titik tolaknya pencegahan stunting harus libatkan seluruh elemen. Jangan sekadar seremoni saja. Ini harus dibangun di kita, salah satu cara menunjukkan kualitas permasalahan stunting bisa tuntas, lebih cepat lebih baik,” ujarnya.

Bicara soal angka, sambung Fahmi, di Kota Sukabumi angka stunting setiap tahun cenderung menurun. Karena itu, Pemkot Sukabumi target ke depan angka stunting bisa ditekan hingga nol persen dari kelahiran baru.

Lalu yang tak kalah penting, pihaknya juga akan secara rutin melakukan verifikasi dan pendataan di lapangan agar angka kasus stunting betul-betul valid. “Karena data yang kami terima dari kementerian itu Kota Sukabumi 19%. Padahal dari data yang kita miliki tidak sampai ada 1.000 kasus stunting. Ini yang perlu kita verifikasi dan validasi,” bebernya.

Fahmi berharap, ada kebersamaan dalam upaya penanganan stunting di Kota Sukabumi. Semua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) berperan aktif sesuai tupoksi masing-masing. Aparatur wilayah baik di kelurahan maupun kecamatan yang sehari-hari bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“Mereka yang setiap hari memantau warga di wilayahnya masing-masing. Kemudian keterlibatan unsur Forkopimda, TNI, Polri, juga jadi bagian yang tak terpisahkan untuk penanganan stunting ini,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Kota Sukabumi, Reni Rosyida Muthmainnah memaparkan, ada beberapa langkah untuk mencapai target nol kasus stunting baru ini. Baik untuk kelahiran baru maupun bayi dan balita yang tiba-tiba terindikasi stunting. Beberapa upaya pencegahan juga tak kalah penting dilakukan.

“Di analisa situasi kita kan mengenali siapa saja sasaran stunting, atau yang berisiko stunting. Jadi sebelum keluarga atau anak berisiko stunting itu kita intervensi. Sehingga stuntingnya bisa kita cegah,” paparnya.

Lanjut Reni, berdasarkan wilayah ada empat kelurahan dengan prevalensi kasus stunting tertinggi. Paling tinggi adalah Kelurahan Benteng Kecamatan Warudoyong, kedua Kelurahan Nyomplong Kecamatan Warudoyong, ketiga Kelurahan Cikondang Kecamatan Citamiang, serta tertinggi keempat Kelurahan Sukakarya Kecamatan Warudoyong.

“Kenapa Kecamatan Warudoyong cukup banyak, mungkin jumlah penduduknya juga paling besar. Harapan kita, melalui berbagai kegiatan maupun kampanye dalam menekan kasus stunting, semua pihak ikut terlibat.

Kita punya roadmap, rencana aksi dan sebagainya. Siapa melakukan apa. Sehingga target 2023 target zero new stunting di Kota Sukabumi bisa tercapai,” tutupnya. (bam)

Walikota Sukabumi Achmad Fahmi saat rembuk stunting dan penandatanganan komitmen konvergensi penurunan stunting terintegrasi, yang diselenggarakan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Sukabumi, Selasa (2/8).The post Pemerintah Kota Sukabumi Target 2023 Bersih Stunting appeared first on Radar Sukabumi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.