Pemkab Bekasi Awasi Penyerapan Tenaga Kerja Lokal

kawasan industri, di Cikarang Pusat
KAWASAN INDUSTRI: Pembangunan pabrik di kawasan industri, di Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, terus mengalami bertambah. ARIESANT/RADAR BEKASI

BEKASI – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Bekasi, memastikan pertumbuhan industri sudah mulai membaik seiring terus menurunnya wabah Covid-19 di daerah yang memiliki kawasan industri terbesar se Asia Tenggara ini. Menurut Ketua Apindo Kabupaten Bekasi, Sutomo, untuk sekarang sudah mulai ada pertumbuhan yang positif dari setiap perusahaan. Hal itu ditandai banyaknya perusahaan yang membuka lowongan kerja (loker).

Artinya, perusahaan sudah mulai merekrut kembali warga yang mau bekerja di industri. Karena memang aktivitas perusahaan yang sudah berjalan lagi.

“Alhamdulilah, sudah mulai ada pertumbuhan yang positif, sebagian besar pabrik atau perusahaan telah beroperasi kembali,” ujar Sutomo kepada Radar Bekasi, Senin (1/8).

Sedangkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, sudah menjalin kerjasama dengan 61 perusahaan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), sebagai komitmen penyerapan tenaga kerja lokal ber KTP Kabupaten Bekasi.

Ditargetkan, hingga Agustus 2022, sekitar 3.000 pencari kerja (pencaker) ber KTP Kabupaten Bekasi bisa diserap di berbagai perusahaan yang sudah menandatangani MoU.

“Dari 61 perusahaan yang sudah menandatangani MoU itu, empat diantaranya sudah membuka loker dan telah melakukan seleksi. Ada yang tempat trainingnya difasilitasi oleh Pemkab Bekasi melalui Disnaker, ada yang di SMK, dan juga secara daring (online),” kata Pj Bupati Bekasi, Dani Ramdan.

Ditambahkannya, Pemkab Bekasi akan memantau langsung pengumuman hasil penerimaan tenaga kerja dari setiap perusahaan tersebut, hingga proses rekrutmen dan penempatannya. Kaitan dengan 19 perusahaan yang melakukan MoU kali ini, itu bagian dari 61 perusahaan yang berhalangan hadir pada saat MoU tahap pertama, pada Kamis (7/7) lalu di Kantor UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Kecamatan Tambun Utara.

“Bagi perusahaan yang berhalangan hadir di BLK saat itu, kami undang kembali, sekaligus untuk mendengarkan aspirasi dan pemaparan dari perusahaan yang ikut program pemagangan,” terang Dani. (pra/RADARBEKASI.ID, )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.