Pemotor Lawan Arah di Depok, Pengamat : Perlu Sesekali Ada Kecelakaan

lawan ky0NkW

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Fenomena pemotor yang melawan arah masih berlangsung di Kota Depok hingga saat ini. Meski membahayakan keselamatan diri, hal itu terus membudaya. Seperti yang baru-baru ini terjadi di Jalan Juanda Raya, Kelurahan Kemirimuka, Kecamatan Beji. Nyawa seorang ibu melayang akibat ditabrak sebuah minibus usai melawan arah.

Pakar Kriminologi dan Kepolisian, Adrianus Meliala mengatakan, kejadian tersebut merupakan kesalahan dari pengendara motor yang masih kurang menyadari bahaya dari melawan arah. “Ya salah pemotor,” kata dia kepada Radar Depok, Senin (9/5).

Menurut Adrianus, jajaran kepolisian sudah melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi terjadinya peristiwa serupa. Contohnya, sosialisasi, pencegatan, penilangan hingga penangkapan.

Dengan tegas, kata dia, kejadian itu dapat menjadi suatu tamparan keras bagi para pengendara yang kerap melakukan lawan arah demi mempersingkat waktu sampai pada tujuan.

Jadi, sekali-sekali perlu juga ada kecelakaan seperti ini. Agar pada eling dan kasus cepat terungkap,” sebut Adrianus.

Ayah dari penyanyi Idgitaf itu menyesalkan, ulah pengendara motor yang merasa tertampar akan kejadian tersebut hanya bersifat sementara saja dan tidak berlangsung secara lama. Sehingga, tindakan melawan arah di Jalan raya tersebut terus berulang.

Karena biasanya, contoh ini hanya efektif untuk sekitar seminggu saja. Setelah itu kebiasaan melawan arus terjadi lagi. Sampai nanti muncul korban, baru berhenti sebentar. Lalu muncul lagi,” sesalnya.

Garis besarnya, ungkap dia, kecelakaan tersebut hanya dilihat sebagai upaya terbatas untuk membuat pengendara sadar akan bahaya melawan arah.

Kalau namanya kesadaran, itu upaya personal. Dikasih intervensi apapun kalau memang nggak mau sadar, ya tidak akan sadar,” tutup Adrianus.

Sementara itu, salah satu Ojek Online (Ojol), Riski mengaku kerap melawan arah di Jalan Dewi Sartika Raya, Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoranmas. Dengan alasan, mempersingkat waktu. Dia sengaja memotong jalan dengan maksud memperlancar pekerjaannya.

Buat mempersingkat waktu paling, Wah lumayan mangkas waktunya, jauh banget harus muter,” ungkapnya.

Kendati demikian, dia menyadari bahwa tindakannya itu tidak benar. Selanjutnya, Riski berharap kepada pihak terkait untuk mencarikan solusi atas permasalahan tersebut.

Kalo dibikinin kaya jalan-jalan pintas, bolehlah. Harapannya sih gitu paling ada jalan yang buat mempersingkat waktu, karena kan kita tau macet dimana mana,” tandas Riski. (rd/ger)

Jurnalis : Gerard Soeharly

Editor : Junior Williandro

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.