Pemuda Jatikramat Lolos ke Thomas Cup

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Puluhan Medali tertata rapi dalam bingkai yang diletakkan di dinding ruang tamu salah satu rumah RT 002/04, Kelurahan Jatikramat, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi. Barisan medali tersebut memberi pesan tersirat kepada Radar Bekasi bahwa sebelum Piala Thomas Cup 2022 di Thailand awal Mei nanti, putra pemilik rumah sudah banyak menyabet penghargaan kompetisi olahraga bulutangkis.

Ya, rumah inilah salah satu Skuad Thomas Cup Indonesia Syabda Perkasa Belawa (21) dilahirkan. Pada 3 Mei 2022, Syabda akan bertolak ke Bangkok, Thailand bersama dengan 12 atlet lain akan membawa nama Indonesia di kancah Internasional.

Saat Radar Bekasi berkunjung ke kediamannya, hanya bertemu dengan sang ayah Muanis (48). Sementara Syabda masih menjalani Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) di Cipayung, Jakarta.

Sebelum akhirnya bergabung di Skuad Thomas Cup Indonesia, sejak berusia lima tahun Syabda kerap ikut Muanis main bulutangkis, sekedar melihat ayahnya bermain. Keinginan untuk latihan bulu tangkis muncul saat Syabda duduk di bangku kelas 2 SD.

“Dan saya sebagai orang tua ya mensupport aja, mendorong, dan saya juga tidak mengharuskan dia untuk jadi atlet nggak. Biar dia pilih sendiri, mau jadi atlet atau sekolah pada umumnya. Nah diputuskan itu, waktu dia keluar SD, lulus SD itu dia memutuskan saya jadi atlet atau sekolah yang benar,” kata Muanis di awal perbincangan, Selasa (26/4).

Pesan ayah tiga anak ini, apapun yang dipilih oleh buah hatinya harus konsisten ditekuni. Dukungan mulai diberikan sejak Syabda berusia SD. Dia mengumpulkan uang untuk membangun lapangan bulu tangkis di dekat rumahnya, jarak lapangan dengan rumah Muanis hanya sekira 10 meter saja, ada dua lapangan yang kini difungsikan untuk umum dan digunakan untuk klub bulutangkis.

Setelah menyelesaikan pendidikan di SDN Jatimakmur 1, Syabda melanjutkan pendidikan tingkat SMP dan bergabung dengan Perkumpulan Bulutangkis (PB) Djarum di Kudus selama lima tahun. Lulus dari sana, Syabda bergabung dengan Pelatnas akhir 2018.

“Ini jalan (tahun) ke empat, waktu itu kan masih junior ditarik gitu. Ya banyak sih perjuangan dia bisa begini. Bukan apa ya, masa kanak-kanak nya hilang, remajanya hilang, nggak pernah main dia,” lanjut Muanis di ruang tamu.

Medali penghargaan pertama didapat saat Syabda masih duduk di kelas 1 SD, Muanis masih ingat saat itu anaknya mendapat gelar juara tiga di salah satu kompetisi bulutangkis. Postur badan Syabda saat itu relatif pendek dibandingkan anak-anak lainnya, ini juga yang membuat Muanis ragu anaknya bisa menjadi atlet bulutangkis.

“Jadi memang dulu saya belum yakin juga dia mau jadi atlit, karena dia dulu itu pendek. Pendek, kecil, terus setiap keliling ketemu pelatih itu selalu bilang ini anak bakatnya bagus,” ungkapnya.

Hasil konsultasi dengan dokter dan program pelatihan selama di PB Djarum membuahkan hasil, saat ini tinggi Syabda 177 cm, cukup proporsional. Berbagai kompetisi sudah diikuti oleh Syabda, berakhir dengan sederet prestasi, salah satunya bersama dengan skuad Indonesia mencatat sejarah sebagai juara Piala Suhandinata, piala dunia Badminton Junior pada 2019.

Tahun itu adalah kali pertama Indonesia membawa pulang Piala Suhandinata ke Indonesia sejak pertama kali diperebutkan pada tahun 2009 di Malaysia. “Jadi harus menunjukkan tanggung jawab saja, mau main atau tidak main, jadi harus siap. Ya semoga diberikan kelancaran, kemudahan, hasil itu urusan yang diatas, yang penting kita sudah usaha maksimal,” tukasnya.

Radar Bekasi berkesempatan untuk berbincang via telepon dengan Syabda. Dia mengaku, sebelum bertolak ke Thailand, ia dan rekan-rekannya yang lain masih terus mempersiapkan diri, mulai dari kemampuan bermain hingga kesiapan mental. “Kemungkinan (berangkat) antara tanggal 3 kalau tidak ada perubahan,” kata pria kelahiran 25 Agustus 2001 ini.

Ia menghabiskan waktu latihan setiap hari selama bulan ramadan, kecuali hari Rabu, Sabtu, dan Minggu hanya satu kali latihan dalam satu hari. Satu kali dalam dua pekan ia pulang ke rumah setelah memastikan mendapat izin.

Syabda memastikan dirinya sudah siap untuk bertanding dengan lawan-lawannya nanti, bertekad untuk memberikan penampilan terbaik saat membawa nama Indonesia.”Dari sisi mental saya siap bertanding, terlepas nanti hasilnya menang atau kalah yang terpenting di lapangan kita bawa nama Indonesia menunjukkan permainan yang terbaik,” ungkapnya.

Rasa jenuh dan lelah tidak lepas dari perjuangannya sebelum bergabung dengan Skuad Thomas Cup Indonesia. Namun, cerita panjang perjuangan berlatih dan semua yang telah dikorbankan menjadi alasan ia tetap konsisten.

“Itu bagian dari proses aja sih ya, artinya kita harus balik lagi ke komitmen awal kita sudah memilih itu ya. Kita harus all out melewati semuanya,” ungkapnya. (sur)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.