Depok  

Per Mei 2022 Ada 63 Kebakaran di Depok

RADARDEPOK.COM – Masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di lingkungan. Pasalnya, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok mencatat ada 63 kejadian kebakaran yang terjadi sepanjang Januari-Mei 2022.

Informasi resmi tersebut disampaikan langsung Kabid Operasional Kebakaran dan Penyelamatan Dinas Damkar Depok, Welman Naipospos, Jumat (17/06).

“Kalau dihitung secara keseluruhan itu ada 63 kasus kebakaran. Paling banyak Maret dan Mei, lalu yang paling sedikit Februari,” jelasnya kepada Radar Depok.

Adapun kasus kebakaran per bulan yang diterima dari Dinas Damkar, pada Januari ada 11 kasus, Februari 8 kasus, Maret 16 kasus, April 12 kasus, dan Mei 16 kasus. Untuk bulan Juni, markas dinas yang beralamat di kantor Boulevard GDC belum melakukan pengumpulan data.

“Juni belum direkap datanya, karena masih pertengahan, biasanya kita akan rekap setelah bulannya selesai,” tambah Welman.

Dari total titik lokasi yang terjadi kebakaran, tercatat di Damkar ada tiga wilayah yang paling tinggi, yaitu Sukmajaya, Cimanggis, dan Beji.

Area yang terbakarpun paling banyak rumah hunian, tapi tak luput juga ada sekolah, lokasi usaha, kendaraan, hingga Pasar Tradisional di pusat Kota, yaitu Pasar Kemirimuka, yang melahap 40 lapak pedagang.

“Sebaran wilayah yang terbakar sebenarnya merata ya, setiap wilayah ada saja yang terbakar, meski ada yang ringan maupun besar. Tapi yang paling banyak yang saya sampaikan, Sukmajaya, Cimanggis, dan Beji,” bebernya.

Welman menuturkan, kasus kebakaran yang terjadi sepanjang Januari hingga Mei, rata-rata penyebab adalah konsleting listrik. Hal ini lantaran, minimnya pengetahuan masyarakat menjadi faktor utama bahwa kabel listrik memiliki batas waktu.

Memang dirinya menyarankan, bagi masyarakat yang memiliki rumah sendiri untuk menggunakan kelistrikan berlabel SNI yang jauh lebih aman.

“Kalau masyarakat yang kontrak untuk serius mengecek instalasi kelistrikan. Sebenarnya itu sangat penting,” tegas Welman.

Selain mengimbau itu, ia juga menyampaikan upaya Damkar selalu lakukan penyuluhan langsung kepada masyarakat, seperti mitigasi penanganan gas bocor, pengecekan kelistrikan, penggunaan APAR, dan pencegahan kebakaran sebelun petugas tiba.

“Kita lakukan penyuluhan melalui UPT yang tersebar, dengan melibatkan 3 pilar di kecamatan maupun kelurahan,” pungkasnya. (arn)

GRAFIS

• Tentang : Kasus Kebakaran 2022

• Kurun Waktu : Januari – Mei

• Total Kasus : 63

• Rincian

– Januari : 11 kasus

– Februari : 8 kasus

– Maret : 16 kasus

– April : 12 kasus

– Mei : 16 kasus

• Wilayah Terbanyak :

– Kecamatan Sukmajaya

– Kecamatan Beji

– Kecamatam Cimanggis

• Area Terbakar :

– Rumah Hunian

– Sekolah

– Pasar Tradisional

– Tempat Usaha

– Kendaraan

Penyebab : Konsleting Listrik

• Upaya : Penyuluhan

– penanganan gas bocor

– pengecekan kelistrikan

– penggunaan APAR

– pencegahan kebakaran sebelun petugas tiba

*Sumber : Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Ricky Juliansyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.