Pertamax Turbo CS Naik Lagi

RADARBEKASI.ID, BEKASI – PT Pertamina (Persero) pada 3 Agustus 2022 ini resmi menaikkan harga tiga jenis Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidinya. Ketiga BBM tersebut diantaranya adalah Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex. Sebelumnya Pertamina sudah menaikkan harga tiga jenis BBM ini pada 10 Juli 2022.

Dalam pengumuman di website Pertamina, disebutkan bahwa Pertamina melakukan penyesuaian harga BBM Umum ini dalam rangka mengimplementasikan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 62 K/12/MEM/2020 tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar yang Disalurkan Melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum.

Sejatinya, penyesuaian harga tiga jenis BBM non subsidi itu menjadi kewenangan Pertamina, dengan mempertimbangkan tingginya harga minyak mentah dunia yang saat ini masih betah bertengger di atas US$ 100 per barel.

Secara spesifik, di DKI Jakarta misalnya, harga Pertamax Turbo (RON 98) naik dari semula Rp 16.200 per liter menjadi Rp 17.900, sedangkan Dexlite naik dari semula Rp 15.000 per liter menjadi Rp 17.800 per liter. Kemudian, Pertamina Dex naik dari Rp 16.500 per liter menjadi Rp 18.900 per liter.

Adapun kenaikan harga tersebut berbeda disetiap wilayah di Indonesia.Di Bekasi, Pertamax Turbo per liter Rp 17.900, Dexlite Rp 17.800 per liter. Sementara Pertamina Dex menjadi Rp 18.900 perliternya.

Sementara itu, untuk harga Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) atau Pertalite di seluruh Indonesia masih sama yakni Rp 7.650 per liter. Sementara harga Pertamax masih juga di bawah keekonomian atau Rp 12.500 per liter di sesuai per wilayah.

Peneliti kebijakan publik Insititute for Development of Policy and Local Partnership (IDP-ILP) Riko Novintoro mengatakan, langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang terus menjaga subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) merupakan langkah yang tepat. Sebab, esensi dari praktek subsidi apapun di negeri ini harus dibaca dalam bingkai amanat konstitusi.

“Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Itu bermakna negara harus melindungi rakyat,” kata Riko Noviantoro, Rabu (3/8).

Riko juga mengungkapkan, frasa melindungi segenap bangsa Indonesia menjadi ruh dalam praktek kebijakan subsidi yang dilaksanakan pemerintah. Di antaranya subsidi energi yang terus dilakukan pemerintah, sebagaiman disampaikan Presiden Joko Widodo dalam acara Dzikir dan Doa Kebangsaan 77 Tahun Indonesia Merdeka.

Presiden Jokowi mengatakan, subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang diberikan pemerintah lewat anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) kini sudah terlalu besar dan menembus angka Rp 502 triliun. Subsidi BBM itu telah membengkak dari sebelumnya di Rp 170 triliun.

Pernyataan Jokowi itu, lanjut Riko, merupakan upaya pemerintah menjalankan amanah konsitusi dan sekaligus keberpihakan pemerintah terhadap rakyat.

“Pernyataan Jokowi terus jaga subsidi energi adalah bukti kebijakan yang sejalan dengan konstitusi,” tegas Riko.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengatakan jika negara lain tidak akan mampu memberi subsidi BBM sebanyak yang dilakukan Pemerintah Indonesia. Hal ini sepatutnya disyukuri bersama.

Kepala Negara lalu membandingkan harga BBM di Indonesia dengan negara lainnya. Saat ini harga bensin di negara lain sudah ada yang menembus angka Rp 31.000-32.000 per liter. Namun, di Indonesia, harga Pertalite masih ditahan di Rp 7.650 karena disubsidi pemerintah.

Selain subsidi energi, pemerintah juga tetap memberikan subsidi pangan untuk menahan kenaikan harga pangan di domestik karena tekanan di rantai pasok pasar global.

“Di negara lain (harga) sudah naik 30 persen, 40 persen, 50 persen naik. Karena apa ? mereka yang makan gandum, baik di Asia, Afrika, Eropa, sekarang berada di posisi yang sangat sulit, sudah mahal, barangnya tak ada,” kata Jokowi.(mif/jpc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.