Petaka Lawan Arah di Depok : Tewas di Tempat, Takut Razia Ketimbang Kecelakaan

lawan arah 1 2Bocc8

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Kurangnya kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas, seringkali membawa petaka bagi diri sendiri. Nyawa menjadi taruhannya.

Sabtu (7/5) pagi, seorang perempuan paruh baya meregang nyawa, usai motor yang ditungganginya ‘beradu banteng’ dengan minibus, di Jalan Juanda, Kelurahan Kemirimuka, Kecamatan Beji. Persoalannya sepele. Korban mengendarai motor dengan melawan arah.

Kanit Laka Lantas Satuan Lantas Polrestro Depok, AKP Rasman mengatakan, korban mengendarai motor Honda Vario merah. Ia membonceng keponakannya. “Peristiwa tepatnya terjadi sekira pukul 09:30 WIB,” ungkap Rasman kepada Radar Depok.

Beberapa saat sebelum kejadian nahas, jelas Rasman, korban hendak melawan arus dari salah satu gang di Jalan Juanda.

Kemudian, sebuah minibus berjenis Toyota Kijang Innova tengah melaju kencang dari arah tersebut. Benturan tak dapat dihindari. “Jadi jalannya kan sedang lenggang, masih sepi,” ujarnya.

Karena itu, dia mengungkapkan, pengendara motor itu langsung meninggal di tempat. Sedangkan, penumpang yang merupakan keponakan kandungnya itu berhasil selamat dari kecelakaan maut tersebut.

“Bahu kanan dan tangan kanan lecet hanya mengalami luka ringan, masih di rumah sakit,” kata Rasman.

Setelah itu, sebut Rasman, kedua korban itu langsung dilarikan ke RS Bhayangkara, Bogor.“Keduanya dibawa ke RS Bhayangkara, Bogor,” tandasnya.

Sementara, penjaga parkir di sekitar lokasi, Gerard menuturkan, pengendara motor itu melawan arah dari lampu merah Juanda-Margonda menuju putar balikan pintu Tol Margonda. “Yang salah yang bawa motor dia lawan arah,” tutur dia.

Akibatnya, dari arah Cisalak melaju kencang satu unit mobil yang kemudian menabrak pengendara tersebut dan tiang lampu pada pembatas jalan.

“Nabrak motor terus nabrak tiang lampunya, kan kencang mobilnya,” tandasnya.

Dalih Memangkas Waktu

Pelanggaran lalu lintas khususnya lawan arah di jalan raya Kota Depok, nampaknya sudah menjadi pemandangan yang lumrah. Bisa dikatakan, hampir di setiap jalan besar yang rawan macet pasti akan ditemukan adanya pengendara, yang mayoritas pengendara roda dua melakukan pelanggaran lalu lintas melawan arah.

Tak jarang hal ini menyebabkan kecelakaan kendaraan, baik kecelakaan ringan hingga kecelakaan fatal yang mengakibatkan hilangnya nyawa, seperti yang terjadi di Jalan Raya Juanda, di mana seorang perempuan yang sedang dibonceng motor bertabrakan dengan sebuah mobil akibat pengendara motor yang ditumpanginya melawan arah dan mengakibatkan wanita tersebut meninggal dunia.

Pantauan Radar Depok, di Jalan Raya Dewi Sartika pada Minggu (8/5), tampak masih banyak pengendara roda dua yang nekat melawan arah, bahkan ketika jalan sedang macet parah akibat lalu lalang kereta commuterline.

MELANGGAR : Pengemudi motor melawan arah di Jalan Dewi Sartika, tepatnya di depan Transmart. INDRA/RADAR DEPOK
Petaka Lawan Arah di Depok : Tewas di Tempat, Takut Razia Ketimbang Kecelakaan 1

Bahkan, pengendara yang melawan arah tersebut tampak jauh lebih ngotot dibanding pengendara lain yang memang berada di jalur yang benar, mengingat jalan di sana menerapkan sistem satu arah.

Salah satu pengendara yang melawan arah, Agung Triyadi mengatakan aksi nekatnya melawan arah di Jalan Raya Dewi Sartika dilakukan semata-mata untuk memangkas jarak perjalanannya menuju tempat tinggalnya di Pitara, Kelurahan/Kecamatan Pancoranmas.

Saya baru pulang dari rumah saudara di Citayam, saya mau pulang ke Pitara. Saya lawan arah karena kalau lewat Arif Rahman Hakim jauh, belum lagi macetnya di depan Balaikota Depok,” tuturnya sembari menunggu celah untuk melintas karena jalan macet.

Dia mengaku tidak takut melawan arah karena jika dalam kondisi macet, kendaraan yang melintas mayoritaas akan melambat sehingga resiko untuk tertabrak lebih kecil.

Kalau tabrakan sih gak takut karena arus kendaraan kan lambat kalau macet. Paling kita Cuma senggolan stang motor aja, kalau kereta kan tunggu lewat dulu baru saya nyebrang,” imbuhnya.

Di lokasi yang sama, pengendara yang juga melakukan pelanggaran lalu lintas melawan arah, Suci Rahmadani menunjukkan alasan yang sama dengan Agung dalam melawan arah.

Kalau lewat Margonda jauh karena muter dulu di Arif Rahman Hakim, bisa kena dua kali macet. Satu di depan Balaikota Depok, satu lagi di Jalan Nusantara,” imbuhnya.

Ia memilih untuk melawan arah untuk memangkas waktu menuju Pamulang, Tangerang Selatan. “Saya orang Pamulang, tapi sering main ke Sukmajaya ke tempat teman. Pasti saya akan lawan arah kalau udah macet gini,” tuturnya.

Katanya, dia lebih takut jika ada razia polisi di Jalan Raya Dewi Sartika dibanding kecelakaan lalulintas.

Takut sih iya, tapi lebih takut kalau ada razia polisi sih,” ucapnya sumringah.

Menanggapi masih maraknya pelanggaran lawan arah, Kasat Lantas Polrestro Depok, AKBP Jhoni Eka Putra mengatakan, pihaknya sudah rutin melakukan imbauan agar warga tidak melakukan pelanggaran lalu lintas.

Kami sudah sering melakukan imbauan kepada warga agar disiplin berkendara, tak terlepas juga imbauan untuk tidak melawan arus di jalan manapun,” ucapnya.

Dia menambahkan, untuk mengatasi masalah lawan arah di Dewi Sartika pihaknya rutin melakukan operasi dengan menyiagakan petugas di sana. tujuannya untuk mencegah dan menertibkan pengendara yang melawan arah.

Ada petugas di sana, tapi di waktu – waktu tertentu saja. Kemarin juga kami sedang fokus untuk menertibkan jalur cepat di Jalan Margonda Raya,” tuturnya.

Dirinya memastikan akan memberikan edukasi ke masyarakat yang kerap melawan arah dengan cara memberikan teguran hingga tilang.

Sepertinya tingkat kesadaran dan kedisiplinan masyarakat dalam berkendara belum begitu besar. Makanya akan kami edukasi lewat penindakan penilangan agar mereka sadar mereka sudah melanggar peraturan lalu lintas dan membahayakan orang lain dan dirinya sendiri,” tutupnya. (ger/dra)

Jurnalis : Gerard Soeharly, Indra Abertnego Siregar

Editor : Junior Williandro

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.