Pintu Air Sungai Cibeet Terancam Dirobohkan Gegara Belum Dibayar

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pintu air yang berdiri kokoh di Kampung Rancaiga, Desa Cipayung, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, akan dirobohkan oleh pihak ketiga (kontraktor), karena BBWS Citarum belum melunasi tagihan pembangunan ke PT Indi Daya Karya.

Meski sempat ada perlawanan dari masyarakat dan petani, yang tidak setuju dengan rencana perobohan pintu air tersebut, namun dalam banner berisi “Pintu Air Ini Akan Dibongkar” setelah ada surat pemberitahuan kepada Kepala BBWS Citarum, tanggal 8 Juni 2022, No : 02/Dir/Elgio/VI/2022.

Perseteruan antara pihak ketiga dan sejumlah masyarakat itu reda, setelah adanya penjelasan alasan, kenapa pintu air mau dirobohkan. Meski demikian, masyarakat dan petani, sangat berharap agar pintu air tidak dirobohkan. Kemudian persoalan yang terjadi bisa diselesaikan.

Salah satu warga yang melakukan penolakan, Andi menuturkan, jika pintu air ini dirobohkan, akan berdampak besar kepada masyarakat, khususnya petani yang ada di wilayahnya.

Karena memang pintu air ini, yang yang mengaliri air ke lahan pertanian masyarakat. Oleh karena itu, dirinya menegaskan, akan menolak rencana pembongkaran pintu air tersebut.

“Apabila pintu air ini dibongkar, banyak sekali dampaknya ke masyarakat, khususnya petani yang ada di Cipayung. Intinya, kami akan tetap menolak,” ujar Andi kepada Radar Bekasi, Kamis (16/6).

Dirinya berharap, polemik yang terjadi antara pihak PT Indi Daya Karya dengan BBWS Citarum, bisa diselesaikan secepatnya, agar tidak merugikan masyarakat dan petani yang ada di wilayah tersebut.

Dalam hal ini, Andi menegaskan, BBWS harus bertanggungjawab, jangan sampai masyarakat maupun petani yang menjadi korbannya. Mengingat, pengairan sekitar 12 hektar lahan pertanian warga, bergantung ke pintu air itu.

“BBWS harus bertanggung jawab. Intinya, kami meminta kepada pihak BBWS, agar menyelesaikan pembayaran yang belum terselesaikan, jangan sampai pintu air ini di bongkar, karena masyarakat yang akan menjadi korban,” terangnya.

Menyikapi itu, GM PT Indi Daya Karya, Rosa Sandra menjelaskan, pengerjaan pintu air ini sudah selesai dari enam bulan yang lalu, dan telah  diserahterimakan kepada BBWS. Sejauh ini, dirinya telah berkomunikasi dengan BBWS, akan tetapi tidak pernah ditanggapi terkait pembayaran pekerjaan yang bernilai Rp 700 juta.

“Kami jelas merasa dirugikan, dan sudah hampir enam bulan tidak ada niat baik dari BBWS. Kami harus bertindak untuk mengurangi kerugian, walaupun pembongkaran pintu air ini dilema bagi kami, karena petani sangat dirugikan,” beber Rosa.

Kata dia, selama ini pihak BBWS sudah memfasilitasi untuk berdiskusi, tapi hasilnya tidak ada, karena belum melakukan pembayaran. Setelah memasang spanduk ini, tambah Rosa, pihaknya memberikan waktu selama tiga hari kepada BBWS untuk menyelesaikannya.

“Surat untuk menunda serah terima tetap dilakukan, pihak Mencon sudah menerima pembayaran 95 persen, tapi dengan kami belum ada diselesaikan,” tandasnya. (pra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.