PMII Kota Sukabumi Minta Sentrum Ekonomi Lebih Diperhatikan

Dede Nuryana 60x60 zXf2QO

Sumber: radarsukabumi.com

SUKABUMI— Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kota Sukabumi mengapresiasi sejumlah pembangunan di Kota Sukabumi, mulai dari mulai Alun-alun, Pendstrian Ahmad Yani, Lapang Merdeka hingga pembangunan Flay Over di Jalan Lingkar Selatan yang berbatasan dengan Kabupaten Sukabumi.

“PMII Berharap pemerintah seimbang terkait pembangunan yang diwujudkan dengan kepentingan ekonominya,” ucap Bendahara Umum PMII Kota Sukabumi, Dede Nuryana Kepada Radar Sukabumi, Minggu (8/5).

“Pemerintah juga jangan sampai ada kata mengabaikan ekonomi yang ada di Kota Sukabumi,” tambahnya.

Menurut Dede, meski pemerintah sudah menyediakan Pasar Pelita sebagai sentral perekonomian, namun bukan berarti efektif untuk saat ini, sebab masih banyak masyarakat yang belum mampu dan bisa masuk ke Pasar Pelita.

“Kami pengurus cabang PMII minta pemerintah lebih seimbang,” tegasnya.

Kendati demikian, PMII tetap mengapresiasi langkah – langkah yang dilakukan Pemerintah Kota Sukabumi yang sudah berupaya membangun Pasar Pelita, meski pembangunannya sempat terkatung-katung.

Dede meyakini, proses pembangunan Pasar Pelita ini merupakan salah satu upaya dalam proses menyetabilkan kesejahteraan masyarakat, karena hasil kerja keras pemerintah tentu akan ada output yang didapatkan.

“Sudah pasti outputnya untuk kepentingan masyarakat Kota Sukabumi,’’ akunya.

Tidak hanya kesejeahteraan lanjut Dede, misi religius yang diusung Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi ini pun diyakini akan tuntas pada sisa masa jabatannya pada 2023 mendatang.

Untuk itu, Dede mendorong agar kolaborasi lintas organisasi atau instansi lebih diperkuat. “Karena kolaborasi yang sering digaungkan pemerintah harus menjadi solusi kesejahteraan masyarakat kota Sukabumi,” pungkasnya (cr1/t).

The post PMII Kota Sukabumi Minta Sentrum Ekonomi Lebih Diperhatikan appeared first on radarsukabumi.com.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.