Polres Sukabumi Kota Sebut 18 Orang Meninggal Akibat Kecelakaan Lalu Lintas, Ini Datanya

Laka-Truk-Sukabumi

SUKABUMI — Kasus kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Sukabumi, hingga saat ini masih marak terjadi. Tak tanggung, sepanjang Januari hingga 8 Agustus 2022 terdapat sebanyak 69 kejadian dengan menelan korban 18 jiwa meninggal dunia (MD).

Kanit Gakum Satlantas Polres Sukabumi Kota, Ipda Jajat Munajat mengungkapkan, dari jumlah total 69 kejadian, 18 orang meninggal dan 79 orang mengalami luka ringan. “Adapun, kerugian materi akibat kecelakaan lalu lintas tersebut sebesar Rp104.000.000,” ungkap Jajat kepada Radar Sukabumi, Rabu (10/8).

Menurut Jajat, faktor penyebab terjadinya laka lantas ini mayoritas akibat human eror. Misalnya saja, pengendara kurang berhati-hati, kurang konsentrasi dan tidak mementingkan keselamatan. “Laka lantas yang terjadi ini kebanyakan akibat human eror,” bebernya.

Kendati di wilayah hukum Polres Sukabumi Kota tidak ada black zone. Namun, kecelakaan kerap terjadi di sekitar Jalur Lingkar Selatan. “Ya, di wilayah hukum kami tidak ada black zone karena kecelakaan tidak terjadi di satu titik yang sama. Tetapi memang kebanyakan terjadi di wilayah Jalur Lingkar Selatan,” ujarnya.

Sejauh ini, Satlantas Polres Sukabumi Kota sudah berupaya melakukan sosialisasi, himbauan hingga teguran terhadap para pengendara yang melanggar lalu lintas. Hal itu, sebagai salah satu upaya kepolisian dalam menekan tingginya angka kecelakaan lalu lintas. “Masih banyak ditemukan pelanggaran lalu lintas salah seperti, pengendara yang tidak menggunakan helm, kendaraan pengangkut barang digunakan untuk memuat orang dan pelanggaran lalu lintas lainnya,” imbuhnya.

Jajat menambahkan, sejak adanya masa pandemi Covid-19 Satlantas Polres Sukabumi Kota lebih mengedepankan himbauan dibandingkan dengan tindakan penilangan. “Selagi pelanggarannya ringan, petugas hanya memberikan himbauan saja. Namun, kalau pelanggarannya dapat membahayakan diri sendiri dan orang banyak baru kami berikan tindakan tegas dengan cara menilang. Kami akan terus berupaya menekan tingginya kecelakaan lalu lintas ini dengan memberikan edukasi kepada masyarakat,” tukasnya. (bam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.