PT KAI Minta Pemukiman Liar di Lahan KAI Ditertibkan

KARAWANG, RAKA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawamg telah menandatangani MoU pemanfaatan aset dan pengembangan angkutan kereta api. PT KAI juga meminta pemkab menertibkan pemukiman liar di lahan PT KAI.

Suryawan Putra Hia, Executive Vice President PT KAI DAOP 1 Jakarta, mempersilahkan pemerintah daerah untuk melakukan penataan di aset PT. KAI yang belum maksimal. Ia menambahkan kembali pedagang kaki lima (PKL) akan disediakan satu tempat seperti layaknya pusat kuliner. Selanjutnya akan dikenakan tarif UMKM sebesar 30 persen dari tarif normal. “Monggo saja aset PT KAI yang belum maksimal untuk ditata. Penataan taman ayo, penataan PKL ayo. Kita akan sediakan satu tempat untuk PKL agar terlihat rapih,” katanya.
Ia meminta kepada pemerintah agar menertibkan pemukiman liar yang terdapat di lahan PT. KAI. Masyarakat yang tinggal di pemukiman tersebut tidak memiliki kontrak apapun dengan perusahaan. Kemudian ia pun memaparkan dengan adanya pemanfaatan aset lahan, PT KAI juga mengajak Pemkab Karawang berkolaborasi dalam pengembangan angkutan kereta. Tak hanya angkutan massa, melainkan juga angkutan barang atau logistik. “Kami juga meminta dukungan Pemkab Karawang untuk menertibkan pemukiman liar yang berdiri di lahan milik PT KAI. Sebab, tak ada kontrak dengan PT KAI. Yang diuntungkan, kata dia. hanya oknum,” imbuhnya.
Cellica Nurrachadiana, bupati Kabupaten Karawang menyampaikan point utama yang akan dilaksanakan terlebih dahulu dengan melakukan relokasi pasar. Ia memiliki harapan agar pasar dapat representatif, bersih, dan nyaman bagi seluruh masyarakat. Ia menyebutkan pemerintah sangat serius melakukan penataan. “Lahannya kita bahas PT KAI di Rengasdengklok untuk RTH karena kita mau ada relokasi pasar, bismillah clear. Seperti diketahui, relokasi Pasar Regasdengklok sudah diwacanakan sejak lama. Relokasi dilakukan agar pasar lebih representatif, bersih, dan nyaman dengan menggandeng pihak ketiga,” ungkapnya.

Penataan tersebut nantinya bakal menjadi fasilitas publik yang diharapkan bakal meningkatkan indeks kebahagiaan masyarakat di sekitarnya. Selain itu, lahan PT KAI yang akan ditata yakni Taman Ade Irma Suryani di pertemuan Jalan Kertabumi dan Jalan Niaga, menjadi jadi pusat kuliner. “Alhamdulillah PT KAI merespon sangat baik. Kami mengucapkan terimakasih. Pokoknya semua yang aset lahan milik PT KAI kita kolaborasikan untuk menjadi sesuai baik kedepannya. Adapun soal angkutan logistik masih akan dibahas perihal teknisnya, dan kemudian diinformasikan kepada masyarakat,” pungkasnya. (nad)

Artikel PT KAI Minta Pemukiman Liar di Lahan KAI Ditertibkan pertama kali tampil pada Radar Karawang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.