PWI dan IJTI Cianjur Kecam Pelaku Kekerasan Wartawan

RADARCIANJUR.com – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Cianjur mengutuk keras kekerasan yang menimpa dua insan pers di Karawang. Dua wadah profesi wartawan ini mendesak agar pelaku segera ditangkap dan diproses hukum.

Ketua PWI Kabupaten Cianjur, Ahmad Fikri mengecam keras perilaku tak terpuji itu. Bahkan, dirinya meminta Aparat Penegak Hukum (APH) segera menangkap pelaku yang sudah teridentifikasi tersebut. “Sangat disayangkan kejadian kekerasan terhadap insan media harus terjadi kembali. Kita mengecam keras dengan terjadinya kasus ini. Kita meminta agar pelaku penganiayaan segera ditangkap dan dihukum semaksimal mungkin,” tegasnya.

BACA JUGA : Bupati Sebut Wartawan Punya Peran Penting dalam Penanganan Covid-19

Selain itu, pria yang biasa disapa Bang Orick ini mempertanyakan mengenai perlindungan media ketika terjadi hal seperti ini. Terlebih APH setempat, sehingga hal ini jangan kembali terjadi. “Insya Allah kita akan melakukan aksi solidaritas turun ke jalan dan saat ini masih kita koordinasikan dengan Pengurus PWI Kabupaten Cianjur,” ujarnya.

Hal senada turut disampaikan Ketua IJTI Korda Kabupaten Cianjur, Rendra Gozali mengecam tindakan yang tidak sepantasnya dilakukan terhadap rekan media. “Ini yang kita lihat karya dari medianya, jika sudah seperti ini tentu tidak bisa dibiarkan. Namun, kita mesti melihat kasus ini berkaitan dengan konten berita atau di luar itu. Jika berkaitan dengan konten berita, seharusnya bisa melalui hak jawab,” tuturnya menyayangkan.

Lanjutnya, kejadian ini menjadi pengingat bagi rekan media di Kabupaten Cianjur agar bisa lebih objektif dalam pemberitaan. Selain itu, membuat suatu pemberitaan berdasarkan fakta di lapangan. “Jadi pembelajaran untuk kita semua, terlebih rekan jurnalis di Kabupaten Cianjur, dalam pemberitaan tidak subyektif dan tentunya harus cover booth side. Kita juga masih menunggu juga informasi dari rekan IJTI di Kabupaten Karawang mengenai kasus ini,” jelasnya.

Dari informasi terhimpun, korban penganiayaan tersebut yakni Pimpinan Redaksi Media Siber di Kabupaten Karawang, Gusti Sevta Gumilar (29). Pasca menerima kekerasan yang menimpanya pada Minggu (18/9) tengah malam, dirinya melaporkan kejadian tersebut ke Polres Karawang pada Selasa, (20/09) yang turut didampingi oleh belasan wartawan dan aktivis.

Laporan korban tercatat dalam No. STTLP/1749/IX/2022/SPKT. Reskrim Polres Karawang. Kabar kasus penculikan disertai pengeniayaan itu viral di media sosial (medsos). Apalagi ada dugaan keterlibatan PNS di Karawang.

Kasus penculikan yang dialami Pimred Media Siber Alexa News, Gusti Sevta Gumilar dan Kepala Biro Jabar Publisher, Zaenal Mustofa itu, bermula dari acara lounching klub sepak bola Persika Karawang. Bertempat di Stadion Singaperbangsa, Sabtu (17/9).

Gusti mengatakan, peristiwa penculikan dan penganiayaan bermula ketika dia diminta untuk bertemu dengan oknum ASN dan pejabat tersebut di Stadion Singaperbangsa pada Minggu (18/9) tengah malam.

Setelah tiba di stadion, dari pemaparan Gusti, dirinya dibawa ke salah satu ruangan di dalam stadion tersebut. Kemudian, korban Gusti diminta memanggil korban Zaenal. Akhirnya Zaenal datang.

Kedua korban, Gusti dan Zaenal, dipaksa menenggak minuman keras (miras). Kedua korban kemudian dipukuli dan dipaksa minum air kencing hingga tak sadarkan diri. Pemukulan juga dilakukan oleh oknum pejabat tersebut.

“Saya baru sadar setelah dijemput sama saudara saya dan dievakuasi ke salah satu kantor dinas di Karawang. Tapi saya diarahkan menginap di hotel, tidak boleh pulang. Saya baru pulang ke rumah saat magrib,” ungkap Gusti. (kim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.