Ratusan Hewan Ternak di Cianjur Tertular PMK, DPKHP Bakal Pasang Kalung dengan Barcode

RADARCIANJUR.com– Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Cianjur merebak. Dari data Dinas Peternakan, Kesehatan Hewan dan Perikanan (DPKHP) Kabupaten Cianjur, 303 sapi perah diduga terindikasi PMK, empat sapi potong tertular, 687 terindikasi, sembilan mati dan 495 sembuh.

Sementara data secara umum, di Jawa Barat sudah 23.476 terindikasi serta tertular, 5.587 sembuh, 374 mati, 541 potong bersyarat dan 52 sudah vaksinasi.

Sembilan hewan ternak yang mati tersebut tidak dijadikan daging untuk konsumtif masyarakat atau diperjual belikan. Namun langsung dikuburkan. Pasalnya, hewan ternak tersebut sudah kondisi menjadi bangkai.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner DPKHP Kabupaten Cianjur, Ade Dadang Kusmayadi mengatakan, hewan yang telah mati langsung dikubur.

“Langsung dikubur, kecuali dipotong paksa. Itu masih bisa dikonsumsi dengan proses pengolahan yang benar-benar matang,” ujarnya.

Lanjut Ade, untuk mengetahui hewan ternak yang sudah sehat dan tidak terjangkit, pihaknya berencana akan memasang tanda berupa kalung barcode atau dengan kode batang.

Kalung tersebut sebanyak kurang lebih 1.500 unit yang disebar ke setiap peternakan di Kabupaten Cianjur agar bisa dipisahkan dari hewan ternak yang terjangkit.

“Rencananya nanti awal Juli 2022 akan kita pasang alat berupa kalung sebanyak kurang lebih 1.500 unit yang kita sebar ke setiap peternakan. Hewan yang sudah dinyatakan sembuh, dipisahkan kandangnya agar tidak tertular kembali,” terangnya.

“Pemasangan alat tersebut 10 hari menjelang Hari Raya Idul Adha, itu sesuai dengan instruksi dari Pemerintah Pusat dan provinsi,” sambungnya.

Ade mengungkapkan, saat ini kasus PMK di Kabupaten Cianjur grafiknya perlahan naik dan cukup signifikan.

“Naiknya cukup signifikan, sedikit-sedikit merangkak naik,” tutupnya. (kim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.