Berita UtamaPolitik

Ribuan Personel Kawal Pilkada Serentak 2020 Jabar

BANDUNG – Ribuan personel akan mengamankan rangkaian tahapan Pilkada serentak 2020 Jabar hingga pelantikan calon terpilih.

Dengan kekuatan pengamanan 7.978 personel, termasuk personel BKO (di bawah komando operasi) sebanyak 4.864 personel yang terdiri dari 2.773 personel kepolisian dan 2.091 personel TNI.

Demikian Gubernur Jabar Ridwan Kamil sampaikan saat memimpin apel konsolidasi sinergi TNI, Polri dan Aparat Pemprov Jabar di Mapolda Jabar, Bandung, Selasa (24/11).

Ada delapan kota/kabupaten Jabar yang menghelat Pilkada Serentak 2020.

Namun, yang masuk ke wilayah hukum Polda Jabar, hanya tujuh daerah, yakni Kab. Bandung, Kab. Cianjur, Kab. Sukabumi, Kab. Tasikmalaya, Kab. Karawang, Kab. Indramayu, Kab. Pangandaran, sedang Kota Depok masuk wilkum Polda Metro Jaya.

Ridwan Kamil berharap TNI-Polri menjaga kondusifitas, bersinergi dan solid dengan para pemangku kepentingan lainnya dalam menentukan langkah antisipasi berbagai potensi gangguan Pilkada.

Namun, Ridwan Kamil mengaku optimistis, Pilkada serentak Jabar 9 Desember akan aman. “Selama 10 tahun, gelaran Pilkada Jabar selalu kondusif tidak ada pelanggaran ataupun kericuhan,” ucapnya.

“Tak ada peluru satupun yang keluar, tak ada kaca yang pecah. Jabar telah diuji dalam pelaksanaan pesta demokrasi mulai dari Pilgub, Pilpres tak ada konflik,” sambungnya.

Di samping itu, ia pun mengingatkan terkait netralitas. “Jaga netralitas pada tujuh wilayah Polda Jabar dan satu wilayah Polda Metro Jaya. Jangan sampai ada yang bermain politik praktis,” tegasnya mengingatkan.

Ia pun meminta TNI-Polri intens mengawasi dan mengedukasi masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan, terutama saat pencoblosan.

Tak hanya oleh personel TNI-Polri, tapi juga tokoh masyarakat dapat pula bergerak memberi edukasi prokes untuk mencegah klaster baru Pilkada.

“Kita harus jadi contoh, saya titip semua harus menjadi teladan. Kepemimpinan yang baik adalah dengan keteladannya sebagai individu yang tidak boleh salah, penjagaan protokol kesehatan mulai dari diri sendiri,” katanya.

Selain itu, ia menyampaikan kepada KPU Jabar untuk menyiapkan skenario terbaik untuk menghindari kerumunan saat pencoblosan.

“Saya titip kepada para panitia (KPU) untuk memastikan kita (provinsi Jabar) harus juara dalam penyelenggaraan protokol kesehatan 3M saat Pilkada Serentak 2020 berlangsung,” ucapnya.

KPU menetapkan pelaksanaan pemilihan lanjutan 9 Desember 2020 dengan terbitnya PKPU No. 5/2020 tentang Tahapan Program dan Jadwal Pemilihan Lanjutan tanggal 12 Juni.

Pelaksanaan pemilihan serentak lanjutan mulai dari tahapan pelantikan PPS dan pengaktifan kembali PPK dan PPS 15 Juni lalu.

Untuk masa tenang selama tiga hari, yaitu pada 6, 7 dan 8 Desember 2020.

Pada masa tenang petugas KPU dan Bawaslu dibantu Satpol PP serta pengamanan dari TNI-Polri melakukan pembersihan alat peraga kampanye.

(muh/radarbandung.id)

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close
Back to top button