RSUD Bekasi Bakal Terapkan Pelayanan Berbasis Digital

 

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bekasi, kini mulai berbenah menuju pelayanan berbasis digital, yakni melalui aplikasi Simereshops, guna mengurangi antrian.

Kepala Bidang Kesehatan dan Informasi Rumah Sakit RSUD Kabupaten Bekasi, Yudi Permana mengatakan, pelayanan berbasis digital ini sebenarnya sudah disiapkan sejak tanggal 17 Maret 2022 lalu. Tujuannya, untuk mengurangi antrian dan penggunaan kertas, serta memudahkan pasien yang ingin berobat.

“Jadi, pasien itu bisa daftar secara daring (online), dan mengetahui dokternya siapa, praktek jam berapa. Dengan digitalisasi ini, pelayanan terhadap pasien lebih cepat,” ujar Yudi kepada Radar Bekasi.

Ia menjelaskan, pelayanan rumah sakit di Bekasi, berdasarkan data dari BPJS, dari mulai datang sampai pulang sekitar tiga setengah jam. Bahkan, di RSUD bisa lebih. Padahal, pelayanan pasien yang tidak ada pemeriksaan penyakit lain, hanya di bawah satu jam.

“Idealnya, pelayanan di bawah satu jam, kalau misalnya yang tidak perlu memeriksa penyakit lain,” terangnya.

Sementara untuk pasien rawat jalan, tambah Yudi,  yang datang ke RSUD perharinya mencapai 200-250 orang. Untuk rawat inap, ada 260 tempat tidur, kemudian pasien yang datang per hari sekitar 150 orang saat Covid-19. Maka dari itu, dengan digitalisasi ini, diharapkan bisa mempermudah masyarakat Kabupaten Bekasi yang ingin berobat ke RSUD.

“Untuk mengakses aplikasi Simereshops, nanti pasien bisa masuk ke website rumah sakit atau download di playstore,” saran Yudi.

Menurutnya, di dalam aplikasi digitalisasi tersebut, ada satu pelayanan yang namanya Medisin. Dimana, pasien tidak memungkinkan ke rumah sakit, dan bisa konsultasi melalui Medisin.

“Jadi, pasien bisa konsultasi dengan dokter melalui video call, dan jika diperlukan harus datang ke rumah sakit, atau hanya diberikan resep obatnya,” beber Yudi.

Dia mengungkapkan, program digitalisasi di RSUD Kabupaten Bekasi ini, sebagai pelayanan unggulan. Diharapkan, program tersebut bisa dapat terealisasi pada pertengahan bulan Juli 2022, karena memang sudah tahap progres akhir.

“Progresnya sudah masuk pada tahap akhir, yaitu training bagi pelayanan, diantaranya dokter, tenaga kesehatan, tenaga administrasi, dan security, belajar menggunakan aplikasi digitalisasi. Harapan kami, dapat terealisasi pada pertengahan bulan Juli 2022,” tandasnya.

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Direktur RSUD Kabupaten Bekasi, Lilah Muflihah menambahkan, rumah sakit adalah suatu institusi pelayanan kesehatan yang  kompleks, padat modal dan teknologi.

Ia menilai, kompleksitas ini muncul karena pelayanan di rumah sakit menyangkut berbagai fungsi, antara lain pendidikan dan penelitian, serta mencakup berbagai tingkatan maupun jenis disiplin pelayanan.

“Agar mampu melaksanakan fungsi yang demikian kompleks, rumah sakit harus memiliki perangkat penunjang sumber daya manusia yang profesional, baik di bidang teknis, medis maupun administrasi kesehatan,” tutur Lilah.

Disampaikan Lilah, sistem informasi manajemen sebagai dasar dan alat bantu perputaran informasi, serta pengambilan keputusan menjadi penting keberadaannya, terutama peningkatan  kualitas pelayanan dalam rumah sakit.

Selain itu, informasi yang terintegrasi dan  terkodifikasi sesuai kebutuhan rumah sakit, tidak hanya berperan dalam penyederhanaan proses pelayanan serta prosedur operasional seluruh aktivitas rumah sakit, melainkan juga dalam proses pengambilan keputusan untuk pengembangan dan kemajuan rumah sakit.

“Kemajuan teknologi dan kemudahan kenyamanan dalam pelayanan untuk pasien dan masyarakat, salah satunya dengan program unggulan digitalisasi RSUD Kabupaten Bekasi,” pungkas Lilah. (pra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.