Depok  

Rumah Korban Crane di Depok Masih Rusak, Sudah Delapan Bulan Berlalu

Rumah Korban Crane di Depok

DEPOK – Hampir satu tahun pasca ambruknya crane proyek pembangunan penampungan air PDAM Tirta Asasta di Perumnas Jalan Mawar, RT7/4, Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoranmas, kondisi rumah yang terdampak belum juga mendapat perbaikan.

Dalam pantauan yang dilakukan Radar Depok di lokasi pada Senin (13/6), tampak salah satu rumah yang berada tepat di samping tempat penampungan air raksasa milik Tirta Asasta masih hancur lebur, tanpa adanya perbaikan.

Rumah itu terbengkalai. Di sekeliling bangunan mulai dirambati semak belukar. Tidak ada satu pun tanda-tanda kehidupan di rumah tersebut, sebab pemilik rumah sudah tidak lagi menempati rumah itu sejak kejadian robohnya crane.

Jika diflashback beberapa bulan ke belakang, tepatnya pada Oktober 2021, crane proyek roboh dam menimpa dua bangunan milik warga di sebelahnya. Satu bangunan rumah tinggal yang saat ini terbengkalai, satu bangunan kios yang kini kondisinya sudah rapih kembali setelah mendapat renovasi.

Asnel (63), pemilik kios korban crane roboh mengatakan, saat kejadian itu dia sedang menjaga kios klontong miliknya. Tiba-tiba saja dalam waktu sekejap atap kiosnya runtuh akibat tertimpah crane yang mengakibatkan kepalanya sobek.

“Saat itu kepala saya sobek dan warung saya hancur,” kata Asnel.

Dia mengungkapkan, saat kejadian ada tiga orang korban, salah satunya dia dan dua lainnya adalah Aidar pemilik rumah terbengkalai dan anaknya. m“Saya langsung dibawa anak saya ke rumah sakit begitu kejadian,” kenang Asnel.

Asnel mengungkapkan, begitu tiba di rumah sakit, pihak Tirta Asasta langsung menjenguknya dan membayar biaya perobatannya sampai sembuh.

“PDAM tanggung jawab penuh, mereka membayar biaya pengobatan saya dan merenovasi warung saya,” ucapnya.

Dia menyebutkan, selain merenovasi kiosnya sampai rapi kembali, Tirta Asasta juga memberikan kompensasi untuk belanja senilai Rp 2.450.000 perminggu selama tiga bulan.

“Saya dapat uang kompensasi juga. Saya bilang ama PDAM saya mau terima beres, gak mau nuntut yang macam-macam bebernya,” tuturnya.

Dia mengaku tidak tahu dengan jelas kenapa rumah milik Aidar belum diperbaiki sampai sekarang. Akan tetapi, menurutnya untuk pengobatan Aidar dan anaknya juga sudah ditanggung oleh Tirta Asasta.

“Saya tak tahu gimana permasalahan rumah Pak Aidar, yang pasti dia dan anaknya sekarang sudah sembuh,” terangnya.

Dia menyebutkan, saat rumah Aidar hancur, Tirta Asasta langsung menyediakan rumah kontrakan untuk mengevakuasi Aidar dan keluarganya. Lokasinya berada di Jalan Nangka, Perumnas Depok Jaya.

“Memang rencananya dia mau jual rumahnya ini, tapi saya gak tau gimana negosiasi antara dia dan PDAM,” tukasnya.

Sementara itu, direksi PDAM enggan untuk menanggapi konfirmasi yang dilayangkan Radar Depok melalui jejaring WhatsApp. Direktur Utama PT Tirta Asasta, Olik Abdul Holik, tak menyambut upaya konfirmasi.

Terpisah, Anggota DPRD Kota Depok Fraksi PKS, Qurtifa Wijaya, meminta agar direksi PDAM dan pemilik rumah yang terbengkalai harus menjalin komunikasi terkait perbaikan rumah tersebut.

Menurutnya, Tirta Asasta harus segera memperbaiki rumah tersebut mengingat hal itu sudah menjadi tanggungjawabnya, karena sudah menimbulkan kerusakan untuk tempat tinggal warga.

“Sebaiknya harus ada komunikasi dengan pemilik rumah bagaimana penyelesaian perbaikan rumah tersebut,” tutupnya. (rd/dra/RADARDEPOK.COM, )

Jurnalis : Indra Abertnego Siregar

Editor : Junior Williandro

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.