Sesosok Mayat Mengambang Ditemukan Pemancing Jangari

  • Whatsapp
Sesosok Mayat Mengambang Ditemukan Pemancing Jangari
Sesosok Mayat Mengambang Ditemukan Pemancing Jangari

CIANJUR  – Sesosok mayat laki-laki mengambang ditemukan oleh pemancing di Kampung Pangkalan Blok Coklat, Desa Cikidangbayabang, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, Selasa (2/11/2021) sekitar pukul 14.00 WIB.

Mayat tersebut ditemukan dalam posisi telungkup dengan tas selempang dan sarung kayu golok.

Bacaan Lainnya

Diduga mayat yang ditemukan sudah empat hari tenggelam jika dilihat dari kondisinya.

Setelah melihat mayat mengambang, pemancing kemudian memberitahukan penemuannya kepada warga Kampung Pangkalan.

Seorang warga Kampung Pangkalan, Adam Buchori (40), mengatakan ia pertama kali melihat sesosok mayat tersebut saat mengecek pipa sambungan air.

“Saya lihat seperti mayat, bau menyengat dan ada lalat, namun saya ragu, saya panggil teman untuk memastikan, setelah itu saya mendayung sampan dengan beberapa teman ke arah tengah sekitar 20 meter, ternyata benar itu mayat,”ujarnya.

Adam kemudian segera menghubungi pihak desa dan pihak kepolisian untuk melakukan proses evakuasi.

Tak berselang lama, pihak kepolisian bersama dengan Dinas Perhubungan dan TNI datang ke lokasi kejadian.

Namun, angin kencang disertai hujan sempat membuat posisi mayat bergeser dari titik pertama ditemukan.

Proses evakuasi dipimpin langsung oleh Kapolsek Mande Iptu Dadeng yang datang bersama dengan anggotanya.

“Beberapa saat kemudian mayat berhasil dievakuasi ke pinggir dermaga Coklat Desa Cikidangbayabang,”kata Kapolsek Mande Iptu Dadeng

Kapolsek menambahkan, ia langsung membuka tas kecil yang masih berada di pinggang mayat laki-laki tersebut.

“Dari dalam tas ditemukan uang satu juta delapan puluh delapan ribu rupiah, jam rolexs dengan petunjuk terakhir tanggal 27 dan jam mati pada pukul setengah dua, beberapa buah korek api gas, obat sakit kepala, dan beberapa bungkus rokok serta ada minuman kemasan botol,”ungkapnya.

Kini mayat tersebut segera dibawa ke rumah sakit agar segera dilakukan proses autopsi.

“Masih dalam penyelidikan, kami kirim ke kamar mayat RSUD Sayang Cianjur untuk diautopsi karena tak ada identitas ditemukan dalam tas tersebut,”pungkasnya. (byu)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *