Sidang Pleno Pilkades Bunikasih Alot

RADARCIANJUR.com, CIANJUR– Sidang pleno bakal calon Pilkades Bunikasih, Kecamatan Warungkondang berjalan alot dan memakan waktu yang cukup panjang. Beberapa keputusan dari panitia Pilkades membuat suasana semakin memanas, Senin (13/06).

Masyarakat dan simpatisan Memed harus menunggu lama untuk mendengar pengesahan bakal calon petahana karena terganjal keabsahan ijazah yang sempat diragukan pihak panitia.
Pengamanan gabungan dari Polres Cianjur dan Polsek Warungkondang dibantu juga oleh Forkopincam Warungkondang membuat situasi menjadi kondusif.

Sebelumnya, pleno tertutup pengumuman hasil klarifikasi kelengkapan dan keabsahan mempermasalahkan fotocopy legalisir ijazah PKBM atas nama Memed yang merupakan calon petahana sehingga dianggap mengundurkan diri.

Camat Warungkondang, Ali Akbar mengatakan, kelima bakal calon dinyatakan lolos untuk menjadi Bakal Calon (Balon).

Kelima calon masing -masing mendapatkan nomor urut pertama Memed, nomor urut kedua Anas, ketiga H. Solehudin, ke empat Dadi Hermawan dan kelima Dodi Kuswandi.

“Alhamdulillah akhirnya para panitia bisa menyepakati untuk meloloskan salah satu calon asalnya semula menjadi ganjalan karena ada perbedaan pendapat dari panitia atau bakal calon lainnya,” katanya.

BACA JUGA : Pilkades Desa Wanasari Terancam Ditunda, Ada Apa?

Orang nomor satu di kecamatan Warungkondang ini menjelaskan, terdapat perbedaan sudut pandang panitia sehingga bakal calon yang sekarang telah menjadi calon atas nama Memed.

“Sebagian panitia dan salah satu bakal calon berpendapat seharusnya yang melegalisir ijazahnya bukan dari PKBM tetapi dari Dinas Pendidikan. Kemudian pada akhirnya calon tersebut bisa melengkapi bekas di legalisir oleh dinas pendidikan,” ujarnya.

Ketua Panitia Pilkades Bunikasih, Neneng Hoerunisa mengatakan meski berjalan alot tetapi dapat berjalan lancar menghasilkan keputusan penetapan calon pengocokan nomor urut.

BACA JGUA : Pleno Pilkades Bunikasih Nyaris Ricuh

Ia pun mengaku, keputusan panitia cukup sulit karena masing-masing anggota memiliki pendapat yang beragam. “Makanya hingga saat ini saya cukup sulit menyatukan persepsi pendapat dari tujuh anggota dan tiap kepala tidak bisa dijadikan satu,” kata Neneng.

Kapolsek Warungkondang, Kompol Surachman mengatakan, tahapan pemilihan pilkades Bunikasih merupakan skala prioritas untuk pengamanan. “Karena kemungkinan-kemungkinan bisa terjadi sehingga seketat ini. Disinyalir ada ekskalasi kerawanan tinggi,” pungkasnya. (byu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.